Sunday, June 6, 2010

Fakta Tentang Film Kartun Animasi The Lion King

fakta film kartun animasi lion king
Lion King adalah film animasi terlaris ke 6 dan film animasi 2D terlaris di Amerika Serikat. Film ini juga merupakan film animasi pertama yang sepenuhnya dibuat di Disney Studios di Florida.

Ketika film ini dirilis, tidak lama kemudian terjadi keheboan di Jepang. Film The Lion King ini sangat mirip dengan seri anime 'Kimba the White Lion'. Pertama-tama, namanya saja sudah mirip (Kimba dan Simba). Keduanya memiliki babon sebagai shaman. Tak hanya itu, keduanya juga memiliki seorang paman yang jahat - 'Claw' di film serian dan 'Scar' di film bioskop - serta antek hyena. Dan kemudian ditambah lagi dengan sebuah pose dari sang raja di atas batu.

Beberapa karakter diberi nama dengan sebuah makna, misalnya: Simba berarti singa dalam bahasa Swahili, Pumba berarti bodoh atau membosankan dungu dalam bahasa Swahili, salah satu Hyena bernama Shenzi yg berarti tidak beradab, barbar atau biadab dalam bahasa Swahili, Rafiki berarti teman, Nala berarti Hadiah atau pemberian dll.

Gambar dan Sketsa

kisah cerita film kartun lion king
Pada konfrontasi antara Simba dan Scar menjelang akhir cerita, Scar mengarah ke atas dan kamera menyorot dari atas kebawah untuk mengambil gambar ratusan Hyena di bebatuan di atas. Anda dapat melihat bahwa salah satu Hyena yg berada di tengah sebenarnya adalah siluet Schnauser.

Mata Nala berubah terus dari hijau ke biru, dan biru ke hijau.

Madge Sinclair (pemeran suara Ratu Sarabi/ Queen Sarabi) dan James Earl Jones (suara Raja Mufasa) juga memainkan peran Raja dan Ratu pada Coming To America (film 1998).

Film Lion King versi PAL (Phase Alternating Line, sistem warna televisi Inggris) berisi lebih dari 127.500 gambar atau frame. Jika anda menonton film tersebut, anda sebenarnya sedang menyaksikan 25 frame per detik. Masing-masing frame tersebut harus digambar secara teratur dan teliti sehingga hampir sama dengan frame sebelumnya.

Telah dikatakan bahwa jika satu orang dan satu komputer yang digunakan untuk membuat film originalnya Lion King, maka akan memerlukan lebih dari 10 tahun untuk menyelesaikannya.

Para pembuat film Lion King menghabiskan 2 minggu di safari di Kenya sebelum mereka bekerja di The Lion King. Mereka mempelajari bagaimana singa hidup dan berperilaku di alam liar. Mereka mengambil foto dan membuat sketsa anak singa yg sedang bermain untuk menciptakan Simba dan Nala. Mereka bahkan membawa babon, singa dan beberapa burung pemakan bangkai ke studio untuk mempelajari perilaku mereka.

The Lion King dianggap sebagai film "kecil" dari beberapa orang di studio, sehingga para animator dan pencipta yg bekerja pada film tersebut menyebut diri mereka sebagai "B Team". Malah beberapa dari mereka ingin bekerja di Pocahontas – film yg dianggap "besar" yang "A Team" sedang kerjakan.

0 comments:

Post a Comment