Wednesday, July 14, 2010

Proses Pembuatan Linen - Sifat & Karakteristik Bahan Serat Kain Linen

pohon tanaman rami flax linen
Linen adalah tekstil yang terbuat dari serat selulosa yang berasal dari batang tanaman rami (flax) – atau bahasa ilmiahnya dikenal sebagai Linum usitatissimum. Pakaian dari linen sudah dibuat setidaknya ribuan tahun yg lalu di Mesir Kuno dan Mesopotamia. Oleh sebab itu linen dianggap sebagai salah satu tekstil tertua yang pernah digunakan oleh manusia.

Penenun dalam budaya kuno menemukan bahwa batang tanaman ini dapat diubah menjadi benang yang kuat yang dapat menahan kelembaban, meskipun proses penyulingannya sampai saat ini masih dianggap sangat ribet dan memakan waktu.

panen tanaman rami flax untuk serat linen
Flax, tanaman tahunan (yang berarti hanya hidup di satu musim), akan melalui proses yang panjang sebelum akhirnya menjadi kain yang indah yang kita sebut linen. Setelah ditanam, dibutuhkan sekitar 100 hari sebelum akhirnya siap untuk dipanen. Setelah tanaman tersebut berbunga dan telah mulai berubah menjadi kecokelatan, tanaman-tanaman tersebut sudah siap untuk dipanen.

Untuk memperoleh serat linen, batang kayu tanaman flax beserta pectin nya (yang mengikat serat-seratnya) perlu disingkirkan. Batang batang tersebut akan dimasukkan ke dalam air dan dibiarkan beberapa hari sebelum dikeringkan, hal ini dilakukan supaya serat di batang tersebut dapat terpisahkan dari batangnya secara perlahan lahan. Proses ini juga disebut sebagai 'Retting' dan sering dilakukan di air sungai tetapi sekarang banyak yang sudah dilakukan di bak besar dengan air yang dicampur kimia.

batang tanaman rami flax proses retting


Pada tahap berikutnya, rami atau flax ini akan melalui proses 'beetled' - memukul tanaman tersebut dengan palu kayu sehingga serat dapat menjadi lebih longgar dan terpisah. Setelah itu mereka akan di 'Scutched' - dipukuli lagi, tapi sekarang dengan kayu panjang berbentuk pisau sehingga setiap sisa serpihan kayu yang menetap pada serat tersebut dapat disingkirkan.

proses pembuatan linen

 Orang yang melakukan proses scutching disebut sebagai ‘hackler’. Serat yg di scutched ini kemudian difilter dan diputar pada spinning wheel sebelum akhirnya menjadi benang.

sifat karakteristik serat kain linen
Di masa lalu, linen disediakan hanya untuk royalti dan orang kaya. Saat ini, kain yang terbuat dari linen kemungkinan paling banyak digunakan dalam pembuatan pakaian. Produk linen lainnya termasuk tas, taplak meja, seprei, serbet, celemek, handuk, dan sarung kursi. Linen dikenal sangat penyerap dan garmen yang terbuat dari serat alami ini dihargai karena kesejukannya jika dikenakan, bahkan dalam cuaca panas.

Serat Flax biasanya sangat halus, kain berbahan ini sering terlihat mengkilap, dan memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap degradasi oleh panas. Karakteristik lainnya dari serat ini termasuk tingkat tahan abrasi yg lumayan, hand-washable atau dry-cleanable, dan dua kali lebih kuat daripada kapas (memiliki tenacity 5.5 - 6.5 gm / den). Bahan ini juga menyerap dan melepaskan kelembaban lebih cepat dibandingkan dengan sebagian jenis kain lainnya. Fiber linen tidak biasanya mudah meregang, tetapi mereka dapat melemahkan atau patah jika serat tersebut dilipat atau berkerut pada tempat yang sama berulang-ulang. Warna serat linen adalah antara kekuningan sampai keabu-abuan.

Flax tetap dibudidayakan untuk seratnya pada beberapa negara seperti Polandia, Belgia, Jerman, Austria, Denmark, Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, Kepulauan Inggris dan Swiss. Banyak yang percaya bahwa Belgia memiliki serat rami kualitas terbaik di dunia, dan linen Irlandia beserta Skotlandia tidak jauh di belakang.

Tuesday, July 13, 2010

Proses Pembuatan Kain Wool - Cara Membuat Benang Wol

Wol mungkin merupakan serat tertua yang dikenal manusia. Wol juga merupakan salah satu serat pertama yang dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. Wol tidak hanya reusable (dapat digunakan kembali) tetapi juga biodegradable.

proses pembuatan wol


Wol sebagian besar berasal dari domba tetapi juga dapat diperoleh dari alpaca, unta, dan kambing. Australia, Eropa Timur, New Zealand, dan China adalah produsen wol terbesar. Domba yang dipelihara khusus untuk bulunya jelas berbeda dengan domba yang untuk dagingnya. Wol terdiri dari protein yang sama yang membentuk lapisan pelindung luar kulit manusia.

Sheep shearing adalah proses dimana bulu wol domba digunting. Seorang spesialis pencukur bulu domba dapat mencukur 200 domba dalam sehari. Setahun sekali, domba-domba dikumpulkan untuk dilakukan shearing (biasanya di cuaca yang lebih hangat).

wol mentah domba untuk pakaian

Seekor domba betina dapat menghasilkan hingga 15 pon wol sedangkan seekor domba jantan sekitar 20 pon wol. Wol yang barusan dicukur disebut "raw wool" (wol mentah) dan karena domba tidak pernah mandi, serat-serat tersebut harus dicuci dolo.

cara mencuci bulu domba


Setelah dipotong, wol mentah dinilai sesuai dengan kualitas seratnya. Wol dari kelas yang sama dikompresi dan kemudian dikemas ke dalam bundel untuk tahap berikutnya. Kualitas wol terbaik berasal dari sisi, bahu, dan juga belakang, sedangkan kualitas terendah berasal dari kaki bagian bawah.

Wol dinilai untuk kehalusannya dan panjang. Panjang bervariasi tergantung asal hewan tersebut, namun sebagian besar bervariasi karena faktor jenis domba. Merino wol Australia bisa sekitar 3-5 inci panjangnya. Sedangkan yang berasal dari Texas dan California dapat menghasilkan serat yang panjangnya 2,5 inci. Wol dari jenis domba lain dan hewan lainnya bisa sepanjang 15 inci.

Pencucian dilakukan dalam serangkaian pemandian dalam alkali dan kemudian bulu dibilas dan diperas melalui rol untuk mengeringkannya. Lanolin, semacam lemak, adalah salah satu produk hasil dari proses ini dan digunakan dalam pembuatan kosmetik, sabun dan produk rumah tangga lainnya.

lanolin lemak wol domba kambing


Selanjutnya, wol melalui proses yang dinamakan Carding - menyikat wol untuk meluruskan serat. Proses ini dolonya dilakukan dengan tangan, sekarang, mesin carding sudah dapat digunakan supaya wol dapat dilalui ke dalam serangkaian rol yang dilengkapi dengan bulu kawat.

alat proses carding serat wol domba


Langkah carding terakhir adalah ketika wol-wol tersebut dipisahkan menjadi sehelai benang atau strip dan dikumpulkan ke gulungan untuk proses spinning (putar). Strip yg dipisahkan ini juga disebut sebagai roving.

mesin carding benang wol


Setelah melalui proses carding, serat wool kemudian siap untuk proses selanjutnya – spinning. Spinning merupakan langkah pengolahan wol di mana roving wol yang dihasilkan selama carding, diubah menjadi benang.

baju bahan wool
topi bahan wool
sepatu boot bahan wol
kain selimut berbahan wol

Beberapa Fakta Menarik Tentang Wol

  • Wol dari satu domba dewasa cukup untuk membuat 3 pakaian pria, 6 dress wanita atau 70 pasang kaus kaki. Wol dari sekitar 7 domba dapat melingkari satu bumi. Wol dari sekitar 62 domba bisa mencapai dari bumi ke bulan.
  • Wool yg dihasilkan oleh 200 domba beratnya sama seperti sebuah mobil kecil.
  • Australia merupakan grower wol terbesar di dunia.
  • Cina adalah pembeli terbesar wol Australia.
  • Cina memiliki domba terbanyak diikuti oleh Australia dan kemudian New Zealand.
  • Jackie Howe adalah pemegang rekor untuk pencukuran bulu domba. Laki laki asal Australia ini mampu mencukur 321 domba dalam satu hari pada tahun 1892.

Sifat dan Karakteristik Bahan Serat Kain Wol (Wool)

Wol adalah serat tekstil yang diperoleh dari domba dan hewan tertentu lainnya, termasuk kasmir dari kambing, mohair dari kambing, qiviut dari muskoxen, angora dari kelinci, dan jenis-jenis wol dari camelids. Wol memiliki beberapa ciri-ciri khas yang membedakannya dari rambut atau bulu biasa: berkerut, dan elastis. Pada umumnya, serat domba ini berwarna putih krem tetapi beberapa jenis domba tertentu juga menghasilkan warna alami lainnya seperti coklat, silver, hitam, dan juga campuran.

pemotongan bulu domba kambing


Sejak Zaman Batu, serat hewan alami ini telah dihargai sebagai salah satu alat yang paling efektif untuk melindungi manusia dari berbagai cuaca – dan science atau teknologi sampai saat ini belum dapat membuat serat yang bisa menyamakan semua kelebihan yang dimiliki serat wol. Wol dianggap oleh profesi medis sebagai hypoallergenic.

asal serat benang wol dari hewan


Wol berbeda dengan serat lain karena struktur kimianya. Struktur kimia ini mempengaruhi tekstur, elastisitas, dan formasi kerutannya. Wol merupakan serat protein, yang terdiri dari lebih dari 20 asam amino. Asam amino ini membentuk polimer protein. Wol juga mengandung sejumlah kecil lemak, kalsium dan sodium.

proses pembuatan kain serat wol atau wool
Wol atau wool memiliki sifat elastis, mampu meregang sekitar 50% ketika basah dan 30% saat kering. Dapat di bent sekitar 20,000 kali tanpa patah atau rusak. Bahan ini juga tidak mendukung penyebaran api saat terbakar (ini dikarenakan oleh kandungan air dan nitrogennya yg tinggi). Ketika banyak serat buatan melumer dan menempel pada kulit ketika terbakar, wol biasanya akan hanya menyala dan hangus bukannya meledak terbakar menjadi api.

Oleh sebab itu wol sering digunakan untuk membuat kain untuk keperluan tentara, pemadam kebakaran, dan pada pekerjaan dimana mereka terekspos pada resiko yang berhubungan dengan api. Banyak maskapai penerbangan juga menggunakan wol atau campuran wol untuk kain upholstry di kursi mereka.

Wol juga memiliki kemampuan menarik kelembaban ke dalam inti serat sehingga tidak merasa basah bagi pemakainya. Wol sangat penyerap, struktur selular yg kompleks memungkinkan wol untuk menyerap uap air tetapi menolak cairan. Bahan ini dapat menyerap kelembaban hampir sepertiga dari beratnya sendiri. Serat wol yang berkerut, sehingga ketika dikemas erat bersama-sama, mereka membentuk jutaan kantong kecil udara. Struktur ini memungkinkan kain wool untuk menyerap dan melepaskan kelembaban, tanpa mengorbankan efisiensi termalnya.

Wol secara alami aman karena tidak menyebabkan alergi serta tidak mendukung pertumbuhan bakteri. Serat ini juga memiliki tingkat perlindungan UV yg tinggi - jauh lebih tinggi daripada kebanyakan fiber sintetis dan kapas.

fiber serat wol atau wool
ketika dekomposisi, wol melepaskan nutrisi yang berharga ke dalam tanah. Dan dibutuhkan waktu yang tidak lama untuk degradasi, sedangkan sebagian besar buatan sintetis sangat lambat untuk proses tersebut.

Kegatalan yg disebabkan oleh wol dikaitkan dengan diameter seratnya. Serat yg lebih tipis memberi kenyamanan yang lebih baik (seperti Merino wol yg murni). Batas kenyamanan untuk bahan kain yang dikenakan pada kulit adalah 28 mikron. Beberapa orang mengalami ketidaknyamanan jika lebih dari 3-4% dari serat yang dikenakan lebih dari 28 mikron tebalnya. Untuk mengurangi faktor gatal, kadang-kadang wol diperlakukan dengan bahan kimia atau dicampur dengan serat tertentu lainnya.

Monday, July 12, 2010

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Serat Spandex

Spandex, 100% bahan sintetis yang berhasil diciptakan untuk menggantikan karet. Bahan berbasis polimer ini tergolong kuat, dan sangat umum digunakan untuk membuat kain yang bersifat elastis dan biasanya digabungkan dengan polyester atau cotton.

Selain itu, bahan ini juga lebih mudah dicat atau diwarnai. Fiber spandex menolak abrasi dan tahan terhadap efek buruk dari minyak tubuh, keringat, dan deterjen. Mereka juga kompatibel dengan bahan lain, dan dapat ditenun dengan jenis serat lain untuk menghasilkan kain yang unik, yang memiliki karakteristik dari kedua serat. Serat jenis lain yang sering digabung dengan spandex untuk membuat pakaian adalah rayon, katun, atau wol.

Kegunaan Spandex

Spandex digunakan dalam berbagai jenis pakaian. Karena ringan dan tidak membatasi gerakan, spandex sering digunakan dalam pakaian dansa dan olahraga. Ini termasuk pakaian seperti pakaian renang, celana pengendara sepeda, penutup atau pengerat pinggang, kostum ketat, bra, legging dan pakaian untuk latihan lainnya.

Awalnya, spandex digunakan dalam pakaian wanita, seperti korset dan pakaian dalam. Bahan ini digunakan sebagai alternatif untuk karet lateks alami dalam pakaian yg bersifat elastis, dan juga karena spandex lebih bisa tahan terhadap kerusakan akibat minyak dari kulit dan cahaya UV.

Pada tahun 1937, Otto Bayer menemukan kimia polyurethane. Polyurethane adalah polimer organik diciptakan melalui reaksi kimia antara alkohol dan asam. Pada tahun 1959, DuPont Laboratories menyempurnakan serat sintetis berbasis teknologi polyurethane dan menamakannya Lycra. Nama generiknya adalah spandex, yang terinspirasi oleh kata "mengembang (atau expand dalam bahasa inggris)"

Kelemahan

kelebihan dan kekurangan spandex
Pakaian berbahan spandex
Namun dalam berbagai kelebihan spandex miliki, seperti jenis serat lainnya, spandex juga memiliki kekurangannya, diantara lain:

Ketidakmampuan bahan spandex untuk menyerap kelembaban membuat materi ini kurang ideal untuk kegiatan yg sangat menghasilkan keringat seperti berolahraga atau hiking. Selain menjebak bau yang tidak menyenangkan, maupun keringat di dekat kulit anda meningkatkan risiko infeksi ragi. Pada tahun 2011, desainer pakaian olahraga menghindari masalah ini dengan mencampuri bahan yang dapat 'bernafas' lainnya pada pakaian spandex mereka.

Kelicinan serat spandex juga membuat pemakai material ini berbahaya pada permukaan atau peralatan tertentu. Komposisi kimia dari spandex membuat bahan ini sangat sensitif terhadap panas. Mencuci pakaian berbahan spandex dengan air panas, menggunakan mesin pengering atau setrika dapat mengakibatkan kerutan dan kerusakan kain tersebut secara permanen.

Serat Spandex diproduksi dalam empat cara yang berbeda: melt extrusion, reaction spinning, solution dry spinning, dan solution wet spinning. Semua metode ini meliputi langkah awal reaksi monomer untuk menghasilkan prapolimer. Setelah prapolimer terbentuk, akan bereaksi lebih lanjut dalam berbagai cara sehingga fiber atau serat spandex bisa ditarik keluar. Dari 4 cara diatas, solution dry spinning merupakan metode yang paling banyak digunakan (94,5% dari serat spandex di dunia dihasilkan melalui cara ini).

Apa itu Bahan Spandex - Sifat dan Ciri Ciri Kain Spandex

ciri ciri serat spandex
Spandex atau disebut juga dengan ‘elastane’ adalah serat sintetis yang dikenal dengan elastisitas nya yang luar biasa. Spandex juga dinilai kuat, tapi kurang tahan lama dibandingkan dengan pesaing utamanya yg non-sintetis, lateks alami.

Bahan berbasis polimer ini memiliki kemampuan untuk expand hingga 600% dan kembali ke bentuk asalnya tanpa kehilangan integritasnya - meskipun dari waktu ke waktu fiber ini dapat kehilangan integritasnya jika sering ditarik. Tidak seperti banyak kain sintetis lainnya, spandex merupakan poliuretan, dan itu sebabnya kain berbahan ini memiliki kualitas elastis yang khas.

Spandex merupakan kopolimer poliuretan-polyurea yang diciptakan pada tahun 1959 oleh ahli kimia CL Sandquist dan Joseph Shivers di DuPont Benger Laboratory di Waynesboro, Virginia. Ketika pertama kali diperkenalkan, bahan ini merevolusi banyak bidang industri pakaian.

Spandex terdiri dari rantai polimer yg panjang yang disebut polyurethane, yang dihasilkan dengan mereaksikan poliester dengan diisosianat a. Polimer diubah menjadi serat menggunakan teknik "dry spinning technique". Pertama kali diproduksi pada awal 1950-an, spandex awalnya dikembangkan sebagai pengganti karet. Meskipun pasar untuk spandex masih relatif kecil dibandingkan dengan serat lain seperti kapas atau nilon, aplikasi baru dengan menggunakan spandex terus ditemukan.

Spandex menggantikan karet di berbagai aplikasi dalam bidang industri pakaian, memungkinkan orang untuk memakai pakaian yang dapat menyesuaikan bentuk tubuh mereka tanpa mengurangi kesulitan untuk bernafas. Serat ini juga dinilai lebih unggul daripada karet karena fiber spandex lebih kuat, lebih ringan, dan lebih fleksibel. Bahan ini sering digunakan untuk membuat pakaian olahraga seperti celana pendek pengendara sepeda, pakaian renang, bra, pakaian kompresi bedah dan masih banyak lagi.

Bagi sebagian orang, spandex dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit sensitif karena terdapat beberapa bahan kimia yg berbahaya. Jika ini terjadi, stop menggunakannya. Memverifikasi bahwa pakaian tidak juga mengandung karet atau lateks, yang bahkan lebih cenderung mengiritasi kulit, dapat membantu mencegah reaksi negatif pada kain tersebut.

Bagaimana Cara Fiber ini Bekerja

Serat spandex terdiri dari banyak helai/benang polimer. 'Benang-benang' ini terdiri dari dua jenis segmen: segmen panjang dan tidak beraturan, dan kedua segmen pendek dan kaku. Segmen panjang berfungsi untuk memanjang (elastis) dan segmen pendek untuk saling menghubungkan (kekuatan).

Dalam kondisi mereka yang normal, segmen yang tidak beraturan ini memiliki struktur molekul yg acak. Mereka bercampur secara random sehingga membuat serat spandex terasa lembut.

Sedangkan pada segmen yang satunya lagi (segmen kaku), molekulnya terhubung satu sama yg lain dan memberi fiber ini sebuah struktur. Ketika tekanan terjadi (atau ditarik) menyebabkan fiber tersebut 'stretch' dan ikatan antara bagian dalam segmen kaku ini menjadi patah dan menyebabkan segmen satunya lagi (segmen panjang) merenggang dan menjadi lebih panjang.

Ketika ditarik dan ditahan pada panjang yang maksimum, molekul pada segmen kaku kembali menyatu dengan sendirinya dan menjadikan fiber ini lebih kuat. Setelah tarikan dilepas, segmen pertama yang memanjang tadi kembali ke bentuk semula. Dengan menggunakan sifat elastis dari serat spandex , para ilmuwan dapat membuat kain dengan berbagai tingkat elastis yang diinginkan.

Sunday, July 11, 2010

Apa itu Kain Nylon - Ciri Ciri dan Proses Pembuatan Nilon

Nilon adalah kain sintetis yg terbuat dari produk minyak bumi. Bahan yang satu ini sering diperdebat mengenai benar apa tidaknya nilon merupakan fiber sintetis pertama yg dibuat oleh manusia. Jika cotton, sutra, linen dan wol semuanya berasal dari tumbuhan atau hewan, nylon sepenuhnya merupakan kain sintetis.

Nylon dikenal karena kekuatannya, elastisitas, tidak mudah rusak, dan ketahanannya terhadap minyak dan lemak. Nylon menolak abrasi, dan tidak menyusut atau meregang saat dicuci. Kain nilon memiliki tingkat serap yang rendah, maka dari itu bahan ini sering digunakan untuk pakaian renang, olah raga, dan pakaian pengantin. Salah satu kelemahannya adalah bahan ini dapat terdegradasi oleh sinar ultraviolet. Kelebihan lainnya adalah:

  • Tidak mudah terkoyak atau lecet
  • Tahan terhadap air dan panas
  • Tidak mendukung berkembangnya jamur dan kerusakan kimia.

Dikembangkan pada tahun 1930-an dengan tujuan untuk menggantikan bahan sutra yang pada saat itu sangat mahal dan langka. Pada awalnya, bahan ini tidak begitu populer sebelum pada akhirnya menjadi terkenal ketika stoking berbahan nilon diperkenalkan ke publik. Nilon menjadi amat laku sampai pada saat itu tidak tersedia untuk umum karena banyak digunakan untuk WW2 (perang dunia kedua) untuk membuat parasut, seragam militer, bagian dari mesin, ban, pakaian dll.

kegunaan nilon


serat sintetis bahan tekstil - nilon
Seperti banyak bahan sintetis lainnya, nilon diciptakan oleh seorang ahli kimia dari Amerika bernama Wallace Carothers, di perusahaan Dupont Chemical, yang terus memproduksi sampai hari ini. Nylon merupakan fiber kedua yang paling banyak digunakan di Unites States. Ini dikarenakan bahan ini relatif mudah untuk dibuat dan sangat fleksibel – meskipun bahan ini berbasis plastik sintetis. Sayangnya, nylon juga memiliki tingkat peluruhan yang sangat lambat (seperti banyak produk minyak bumi lainnya), yang mengakibatkan akumulasi product yg tak diinginkan di tempat pembuangan sampah.

Proses Pembuatan Nylon

Dolo, mereka membuat nylon dengan menggabungkan bahan kimia yg diperlukan yang mereka ekstrak dari minyak bumi, gas alam, batu bara, udara, air, dan produk pertanian lainnya. Hari ini, banyak produk produk nylon yang anda lihat di pasar dibuat dengan cara dasar yang sama.
Proses pembuatan benang nilon terdiri dari beberapa tahap dasar diantaranya adalah kombinasi kimia (polimerisasi) dan proses manufaktur (open polimerisasi).

Tahap satu dalam produksi benang nilon adalah proses kimia yang disebut polimerisasi. Dalam tahap ini, bahan kimia yg diperlukan untuk membuat nilon digabungkan dan dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi. Proses pemanasan ini dilakukan untuk menghilangkan air dan menginduksi polimerisasi ketika molekul kecil bergabung untuk membentuk molekul besar.

Nilon dibuat melalui proses kimia yang disebut “polimerisasi pembukaan cincin” (ring opening polymerization), di mana molekul yang berbentuk seperti cincin dibuka dan diratakan. Pada reaksi ini, molekul dengan bentuk cincin seperti hidrokarbon yang dtemukan dalam minyak bumi diproses ke berbagai jenis asam dan basa.

benang nilon
Struktur molekul berbentuk cincin ini diratakan lalu dipanjangkan sehingga molekul molekul tersebut bisa terhubung satu dengan yng lainnya dan menjadi rantai molekul yang panjang (pada proses pemanasan diatas 600 degree Fahrenheit).

Setelah melalui berbagai proses diatas, cairan nilon terciptalah sudah dan siap untuk pindah ke proses manufaktur. Cairan dengan high surface tension ini akan mengeras menjadi solid jika mendingin atau terekspos udara. Tahap berikutnya adalah memasukkan cairan nylon ini melalui lobang kecil pada mesin spinnerete dan setelah keluar, yang kita dapatkan adalah sehelai benang nilon yang sebenarnya adalah cairan nilon yang telah mengeras menjadi solid.

Saturday, July 10, 2010

Proses Pembuatan Rayon

Rayon adalah serat semi-sintetik tertua yang pernah dikembangkan. Rayon adalah serat yang terbuat dari bahan selulosa, yang dolo dibuat untuk menyerupai sutra. Bahkan, dulu rayon dikenal sebagai sutra buatan sebelum istilah itu diganti pada awal tahun 1920an. Proses untuk memproduksi rayon dimulai dengan tanaman yang memungkinkan hal ini terjadi, seperti kayu.

Ahli kimia dari Prancis, Hilaire Bernigaud, count de Chardonnet, pertama kali mengembangkan serat buatan tahun 1878 menggunakan selulosa tanaman. Proses pembuatan serat ini kemudian dipatenkan dan diproduksi pada tahun 1884. Pabrik pabrik mulai memproduksi rayon pada abad ke 19 dan Dupont Chemicals membuat bahan ini terkenal di awal 1920an, dan ketika kain banyak digunakan sebagai gorden. Dan pada sekitar masa itulah rayon juga mulai dikombinasikan oleh kain lainnya untuk dijadikan pakaian yang bagus dan murah.

Serat kayu yang digunakan dalam pembuatan rayon biasanya berasal dari salah satu dari tiga favorit spesies utama pohon. Pinus, cemara dan hemlock adalah pilihan yang paling populer, tapi ini bukan satu-satunya yang dapat digunakan. Namun, kemudahan budidaya pohon ini, bersama dengan kelimpahan mereka, membuat mereka menjadi yang paling ekonomis untuk digunakan. Tanaman kapas juga dapat digunakan.

proses kayu pulp ke serat rayon
Kayu dihancurkan (kiri) untuk membuat pulp (kanan)
Setelah material ini dikumpulkan, kayu siap untuk diproses. Kayu pulp dihancurkan dan diperlakukan dengan natrium hidroksida. Setelah ini kemudian dikeringkan selama beberapa hari di dalam kontainer yang suhu dan kelembapannya di atur secara teliti. Produk yang dihasilkan kemudian dicampur dengan cairan karbon disulfida. Proses tersebut menghasilkan cairan yang sangat kental seperti madu.

kayu pulp yang dihancurkan
kayu pulp yang dihancurkan

Proses selanjutnya yaitu menyimpan cairan tersebut untuk beberapa hari. Setelah itu cairan tersebut akan dimasukkan pada mesin khusus yang terdapat banyak lobang kecil (disebut spinneret) sehingga cairan tersebut bisa dituangkan melalui lobang lobang ini dan keluar membentuk seperti sebuah benang yang kemudian mengeras dan membentuk serat rayon setelah terkena cairan acid. Tanpa langkah ini, tidak akan ada yang solid dan, dengan demikian, tidak ada kain.

proses pembuatan fiber serat rayon
Setelah filamen telah terciptakan, sisa proses ini sangat mirip dengan proses pembuatan materi pakaian lainnya. Proses selanjutnya adalah pemintalan menjadi benang - peralatan untuk melakukan ini sama dengan yang digunakan oleh berbagai jenis serat lainnya.

Kain rayon juga sering diberikan perawatan kimia atau lainnya supaya tahan api, menyusut atau tahan air. Kelembutan kain ini juga sangat tergantung pada perawatan mana yg akan dikasih. Perawatan masing-masing membuat kain rayon menjadi unik dari satu dengan yg lainnya.

Rayon merupakan pilihan yg sangat populer di bidang manufaktur pakaian karena keterjangkauan nya dan kenyamanannya. Pakaian, karpet, taplak meja, gorden, kain pelapis, selang, seprei dan bahkan ban terbuat dari rayon. Rayon sangat penyerap, lembut dan tidak meleleh di suhu tinggi. Bahan ini juga tahan ngengat dan tidak mudah terpengaruh oleh bahan kimia rumah tangga.