Saturday, July 10, 2010

Proses Pembuatan Rayon

Rayon adalah serat semi-sintetik tertua yang pernah dikembangkan. Rayon adalah serat yang terbuat dari bahan selulosa, yang dolo dibuat untuk menyerupai sutra. Bahkan, dulu rayon dikenal sebagai sutra buatan sebelum istilah itu diganti pada awal tahun 1920an. Proses untuk memproduksi rayon dimulai dengan tanaman yang memungkinkan hal ini terjadi, seperti kayu.

Ahli kimia dari Prancis, Hilaire Bernigaud, count de Chardonnet, pertama kali mengembangkan serat buatan tahun 1878 menggunakan selulosa tanaman. Proses pembuatan serat ini kemudian dipatenkan dan diproduksi pada tahun 1884. Pabrik pabrik mulai memproduksi rayon pada abad ke 19 dan Dupont Chemicals membuat bahan ini terkenal di awal 1920an, dan ketika kain banyak digunakan sebagai gorden. Dan pada sekitar masa itulah rayon juga mulai dikombinasikan oleh kain lainnya untuk dijadikan pakaian yang bagus dan murah.

Serat kayu yang digunakan dalam pembuatan rayon biasanya berasal dari salah satu dari tiga favorit spesies utama pohon. Pinus, cemara dan hemlock adalah pilihan yang paling populer, tapi ini bukan satu-satunya yang dapat digunakan. Namun, kemudahan budidaya pohon ini, bersama dengan kelimpahan mereka, membuat mereka menjadi yang paling ekonomis untuk digunakan. Tanaman kapas juga dapat digunakan.

proses kayu pulp ke serat rayon
Kayu dihancurkan (kiri) untuk membuat pulp (kanan)
Setelah material ini dikumpulkan, kayu siap untuk diproses. Kayu pulp dihancurkan dan diperlakukan dengan natrium hidroksida. Setelah ini kemudian dikeringkan selama beberapa hari di dalam kontainer yang suhu dan kelembapannya di atur secara teliti. Produk yang dihasilkan kemudian dicampur dengan cairan karbon disulfida. Proses tersebut menghasilkan cairan yang sangat kental seperti madu.

kayu pulp yang dihancurkan
kayu pulp yang dihancurkan

Proses selanjutnya yaitu menyimpan cairan tersebut untuk beberapa hari. Setelah itu cairan tersebut akan dimasukkan pada mesin khusus yang terdapat banyak lobang kecil (disebut spinneret) sehingga cairan tersebut bisa dituangkan melalui lobang lobang ini dan keluar membentuk seperti sebuah benang yang kemudian mengeras dan membentuk serat rayon setelah terkena cairan acid. Tanpa langkah ini, tidak akan ada yang solid dan, dengan demikian, tidak ada kain.

proses pembuatan fiber serat rayon
Setelah filamen telah terciptakan, sisa proses ini sangat mirip dengan proses pembuatan materi pakaian lainnya. Proses selanjutnya adalah pemintalan menjadi benang - peralatan untuk melakukan ini sama dengan yang digunakan oleh berbagai jenis serat lainnya.

Kain rayon juga sering diberikan perawatan kimia atau lainnya supaya tahan api, menyusut atau tahan air. Kelembutan kain ini juga sangat tergantung pada perawatan mana yg akan dikasih. Perawatan masing-masing membuat kain rayon menjadi unik dari satu dengan yg lainnya.

Rayon merupakan pilihan yg sangat populer di bidang manufaktur pakaian karena keterjangkauan nya dan kenyamanannya. Pakaian, karpet, taplak meja, gorden, kain pelapis, selang, seprei dan bahkan ban terbuat dari rayon. Rayon sangat penyerap, lembut dan tidak meleleh di suhu tinggi. Bahan ini juga tahan ngengat dan tidak mudah terpengaruh oleh bahan kimia rumah tangga.

Apakah Rayon Itu - Sifat dan Ciri Ciri Bahan Kain Rayon

rayon terbuat dari pulp kayu
Rayon adalah kain sintetis pertama yang pernah dibuat manusia. Rayon terbuat dari serat yang berasal dari kayu. Pinus, hemlock, dan cemara adalah tiga spesies pohon yang paling sering digunakan dalam pembuatan rayon.

Rayon dikembangkan di Perancis pada tahun 1884 oleh seorang ilmuwan bernama Hilaire de Chardonnet sebagai bahan pengganti untuk sutra. Pada saat itu, bahan ini disebut sebagai 'sutra buatan' sampai tahun 1924, ketika namanya diubah menjadi rayon untuk menggambarkan sifat-sifat metallik atau kain yg berkilau karena mencerminkan sinar matahari (ray-on atau rays of light). Rayon adalah serat semi-sintetis yang juga dikenal sebagai serat selulosa yg diregenerasi.

Istilah “rayon” saat ini mengartikan semua serat buatan manusia yang berasal dari selulosa.

Selulosa berasal dari dinding sel pada tumbuhan dan juga dapat diperoleh dari katun dan pulp kayu yg dilarutkan.

Rayon memiliki daya serap yang tinggi, lembut di kulit, nyaman dipakai dan mudah untuk diwarnai. Karena serat rayon memiliki daya serap yang tinggi, dye pewarna sangat mudah diserap sehingga warna yang ditampilkan pada kain berbahan rayon juga sangat cerah.

Perlu diingat bahwa rayon sangat mudah terbakar, sehingga bahan ini sering diperlakukan dengan flame retardant. Rayon sangat mnudah terbakar dan api dapat menyebar dengan cepat. Kandungan serat dari berbagai bahan menentukan seberapa besar bahan tersebut dapat terbakar dan seberapa cepat. Rayon cenderung lebih mudah terbakar dari serat tanaman lainnya, seperti linen, katun dan rami.

Pemulihan elastis Rayon adalah yang terendah jika dibandingkan dengan serat manapun. Ini artinya bahan tersebut tidak cepat kembali ke bentuk dan penampilan aslinya.

Rayon memiliki banyak kegunaan secara komersial, industri dan domestik. Salah satu penggunaan yang paling populer adalah untuk pakaian. Pakaian formal, celana panjang, gaun, rok, blus, jaket, pakaian, topi, pakaian olahraga, dasi dan jas semua dapat dibuat dari rayon. Produk kesehatan wanita dan diapers juga banyak yang terbuat dari rayon. Produk medis bedah, ban, bola bowling, film fotografi dan produk industri lainnya juga memanfaatkan serat rayon. Di rumah, kain gorden, furnitur, slipcovers, karpet, seprei, selimut dan tirai juga banyak ditemukan dari bahan rayon.

serat rayon
serat rayon
Rayon dibuat dengan melarutkan selulosa dalam larutan soda kemudian dilewatkan melalui lubang-lubang kecil (ke dalam bak kimia) sehingga serat rayon terciptakan.

Rayon biasa, atau viscose, tidak sekuat rami atau katun alami, dan kelemahan ini dapat diperburuk jika bahan ini terkena sinar matahari dalam jangka waktu yg lama atau basah. Faktor-faktor lain seperti asam, jamur dan setrika dapat merusak rayon. Namun memperkuatkan rayon dengan kimia tertentu dan mengkombinasikannya dengan serat lain dapat meminimalkan kelemahan yg rayon miliki tersebut.

Rayon tidak mudah untuk dibuat, dan proses pembuatannya bisa sangat berbahaya jika sarung tangan dan peralatan keselamatan yang tepat tidak dipakai. Dalam proses pembuatan rayon, natrium hidroksida (yang bersifat korosif) digunakan dan akan menyebabkan luka bakar jika terjadi kontak dengan kulit. Ketika natrium hidroksida dilarutkan dalam air, sejumlah panas yang tinggi dihasilkan. Oleh karena itu, anda perlu untuk bekerja pada percobaan ini di daerah yang sangat berventilasi.

Rayon diproduksi lebih banyak daripada kain sintetis lainnya. Sebagian besar produksi rayon dilakukan di Rusia dan Jepang.

Friday, July 9, 2010

Karakteristik dan Ciri Ciri Kain Serat Sutra - Fakta Mengenai Sutera

fiber serat sutra atau sutera
Sutera atau sutra adalah serat/fiber yg terbuat dari protein yang dihasilkan oleh ulat sutera (jenis Bombyx mori).

Sutera dianggap sebagai serat tekstil yang paling berkualitas diantara semua serat tekstil yg ada.

Sutera juga disebut sebagai ratu tekstil.

Jenis sutra yang paling digemari adalah sutra yang dihasilkan oleh kepompong larva ulat sutra murbei (Bombyx muri).

Kain sutra dikenal akan kehalusannya, kelembutannya, kekuatannya dan kemampuan daya isolasinya.

Tali sutra lebih kuat jika dibandingkan dengan tali kawat baja dengan tebal yang sama.

Kain sutra memiliki keistimewahan lain, yaitu kilauannya yang sebenarnya disebabkan oleh struktur prisma-segitiga di dalamnya sehingga kain sutra dapat memantulkan cahaya dari berbagai sudut.

Sutera adalah serat alami terkuat yang pernah manusia ketahui sampai saat ini (lebih kuat dari serat katun 30 kali lipat!).

Sutera juga sebenarnya dihasilkan oleh berbagai serangga lain, tetapi hanya serat sutera yang diperoleh dari kepompong ulat ngengat yang digunakan pada pembuatan tekstil.

ulat sutra dan kepompong


Untuk kualitas terbaik, ulat sutera murbei hanya boleh dikasih makan daun murbei (mulberry), tetapi jika tidak ada maka alternatif emergency lainnya bisa menggunakan daun letus atau daun selada.

ulat sutra daun murbei


Seekor ulat sutra bisa menghasilkan serat sutra dengan panjang mencapai 15 meter per menit.

30.000 ulat sutra akan makan satu ton daun murbei untuk menghasilkan sekitar 12 pon sutra mentah.

ulat sutera makan daun murbei


Kepompong dengan ukuran biasa dapat memiliki fiber atau serat sutera sepanjang 1 km.

Sehelai benang sutera pernah tercatat memiliki panjang sekitar 4000 meter.

Dibutuhkan sebanyak 10 kg kepompong ulat sutera hanya untuk memperoleh 1 kg sutra.

ulat sutra membuat kepompong kokoon


Kehalusan dan kelembutan dari sutra disebabkan oleh asam amino yang terdapat di dalam serat sutera sehinga membuat kain tersebut terasa lebih nyaman dipakai.

Apakah anda tahu bahwa gaun sutra yang indah yang anda pakai sebenarnya membutuhkan sebanyak 70 kg daun pohon murbei?

Serat sutera memiliki diameter 10 nanometer dan dapat ditarik 30 sampai 40% dari panjang aslinya.

Sutera memiliki kepadatan lebih rendah dari katun, nilon, dan wol. Sutra juga memiliki kemampuan unik untk menyerap kelembaban skitar sepertiga dari beratnya sendiri tanpa merasa basah.

Budaya sutera telah dipraktekkan selama kurang lebih 5000 tahun di Cina.

Ulat sutera (Bombyx mori) sepenuhnya tergantung pada manusia dalam reproduksi dan mereka tidak lagi eksis di alam liar. Asal asli hewan ini dari Cina utara dan saudara terdekat ulat ini adalah Bombyx mandarina yang memiliki kemampuan untuk berhibridisasi.

Pada zaman dolo, cara dan proses pembuatan serat sutera sangat dijaga ketat oleh kerajaan Cina, dan barangsiapa yang memberi tahu rahasia tersebut atau menyelundupkan telur/kepompong ulat sutra ke luar China akan dihukum mati.

Namun, pada sekitar 300 SM rahasia mereka akhirnya bocor ke negara tetangga Jepang dan Korea. Tekstil langka ini juga diekspor ke Eropa melalui Jalur Sutra.

Kepompong/telur sutra juga kemudian berhasil diselundupkan keluar dan pada taun 1300an Italia dan Jerman membangun pabrik sutra yang pekerjanya sebagian besar berasal dari Asia.

Produksi sutera dunia saat ini diperkirakan sekitar 125.000 metrik ton. Dan sekitar 80% dari semua jumlah sutra di dunia ini diproduksi oleh Cina. India memproduksi lebih dari 10%.

Satu hektar pohon murbei bisa menghasilkan sekitar sebelas ton daun, dan memproduksi sekitar 450 pon kepompong, tetapi hanya dapat menghasilkan sekitar 85 pon sutra mentah.

Amerika Serikat merupakan importir sutra terbesar di dunia.

Korea, Thailand, Jepang, Uzbekistan, dan Vietnam juga memiliki produksi yang signifikan. Brasil adalah satu-satunya negara non-Asia yang merupakann produsen besar sutra mentah atau benang sutera.

Produksi tahunan dunia menghasilkan kurang lebih 70 miliar kilometer dari filamen sutra, angka ini mewakilkan jarak lebih dari 300 perjalanan pulang pergi ke matahari.

Thursday, July 8, 2010

Apa itu Sifon - Ciri-ciri dan Karakteristik Kain Bahan Chiffon

kain sifon atau chiffon
Kain chiffon (sifon) bisa dibuat dengan menggunakan katun, sutra, nilon, rayon, ataupun polyester. Kata ‘chiffon’ sebenarnya adalah kata untuk mendeskripsikan cara atau metode yang digunakan untuk membuat jenis kain ini. Sifon atau bahasa Inggrisnya chiffon adalah kain yang tipis, transparan, dan ringan, yang ditenun dengan pola pattern yang seragam.

Jika dilihat dengan kaca pembesar, kain sifon terlihat seperti net atau jaring jaring halus sehingga membuat kain tersebut tembus pandang. Kain sifon juga dikenali dengan cara tenunannya, twist maupun jenis benang yang digunakan. Kain sifon sudah ada sejak tahun 1902 dan masih menjadi salah satu jenis kain yang paling digemari sampai saat ini – khususnya untuk gaun malam dan gaun pernikahan.

Kain sifon ditenun dengan pola ‘balanced plain weave’ yaitu dimana benang lungsin dan pakan nya memiliki pattern yang sama dan dengan desain pola criss-cross. Model tenunan ini bukan saja merupakan yang paling sederhana atau simple bahkan juga adalah model yang paling tua. Untuk membuat kain sifon, benang tipe S-twist dan Z-twist digunakan dengan fiber yang halus.

Sifon merupakan kain yang tipis namun kain tersebut juga bisa memiliki teksture yang kasar. Karena ketipisannya kain sifon terasa dingin jika dipakai karena jenis kain ini kurang bisa menahan panas pada sekitar tubuh. Kain ini bisa diwarnain dengan warna apa saja namun kain sifon yang dibuat dari fiber polyester lebih sulit untuk diwarnain.

Kain sifon juga merupakan kain yang serbaguna dan sering digunakan untuk pakaian formal, blouse, gaun malam, rok, syal, dress, lingerie dan piyama. Kain ini sering digunakan sebagai lapisan luar pada pakaian formal untuk menutupi kain dalam yang bahannya lebih padat sehingga efek ‘floating’ (ngambang) bisa nampak pada pakaian tersebut.

rok bahan chiffon
Kain sifon bisa terbuat dari bahan apa saja seperti katun, rayon, poliester dan lain lain, namun kain sifon yang terbuat dari sutra dianggap sebagai bahan yang paling berkualitas. Selain dikenal paling halus, kain jenis sifon-sutra ini juga memiliki tekstur yang paling lembut dan mengkilau sehingga tidak heran kalau harga kain sifon-sutra amatlah mahal. Namun anda bisa merasakan perbedaannya yang jauh jika dibandingkan dengan sifon dari fiber sintesis atau serat lainnya.

Kain sifon yang terbuat dari serat sintesis merupakan kain sifon yang paling umum karena murah. Belakangan ini sifon pada kain stretch-knit yang dibuat dari fiber poliester juga sering ditemukan. Stretch-knit adalah kain yang dibuat agar bisa ditarik atau diregang. Sifon yang terbuat dari poliester juga merupakan sifon yang tahan lama dan dapat dicuci pada mesin cuci. Mencuci kain sifon pada mesin cuci tidaklah disarankan karena teksturnya yang tipis sehingga dapat merusak kain tersebut.

Wednesday, July 7, 2010

Ciri-Ciri Kain Polyester - Kelebihan dan Kekurangan Polyester

bahan kain baju polyester
Polyester adalah fiber (serat) sintesis yang zat komponennya juga banyak ditemukan pada minyak bumi. Bahan baju sintesis ini dibuat dari PET (polyethylene terephthalate) – bahan yang sama yang ditemukan pada botol minuman plastik. Maka dari itu banyak botol minuman plastik yang di recycle dengan cara memanaskannya kembali sehingga fiber atau serat poliester ini bisa diperoleh.

proses pembuatan serat polyester
Pernah diciptakan pada awal 1940an di Inggris dan akhirnya menjadi popular di tahun 1950an sebagai bahan tekstil karena perawatannya yang mudah. Polyester juga dikenal sebagai bahan tekstil yang serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan  seperti pakaian, perabot rumah tangga, peralatan komputer, tape rekaman, isolasi listrik dan masih banyak lagi.

Kain yang terbuat dari serat poliester ini dikenal tahan lama, tidak mudah kusut, dan lebih cepat kering saat dijemur. Kelebihan lainnya adalah poliester lebih tahan terhadap berbagai bakteri, tahan air (water-resistant) dan juga tidak mudah susut ataupun melar. Namun seperti jenis serat lainnya yang memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai bahan tekstil, polyester juga memiliki kelemahan yaitu tidak bisa menyerap keringat sehingga terasa panas saat digunakan di cuaca yang panas.

Bahan ini lebih cocok dipakai di ruangan ber-AC atau di daerah yang dingin. Walaupun serat poliester itu halus dan licin namun serat ini juga dapat mengakibatkan iritasi kulit bagi sebagian pemakai. Bahan poliester juga mudah terbakar, sama seperti kebanyakan bahan kain sintesis lainnya karena bahan bahan tersebut terbuat dari polimer.

fiber serat polyester
Kelebihan lainnya adalah polyester tahan terhadap pencucian kimia atau dry cleaning maupun pelarut organik. Karena kemampuannya bertahan terhadap bakteri dan jamur, bahan yang mudah perawatannya ini juga merupakan bahan favorit untuk dipakai pada bantal, guling ataupun selimut.

Untuk meminimalisir kelemahan bahan kain yang terbuat dari serat poliester ini, mereka suka menggabungkannya dengan bahan serat alami seperti katun. Sejauh ini, katun dan polyester adalah gabungan yang paling umum – poliester membantu mempertahankan bentuk dari kain itu sendiri sekaligus membantu membuat kainnya tahan terhadap lecek ataupun noda, sedangkan katun menyumbang daya serapnya dan kenyamanan terhadap kain tersebut.

Proses Kimia

pembuatan serat fiber polyester
Berikut adalah deskripsi secara general tentang bagaimana poliester disintesis:
Petroleum-based acids dan alkohol akan ditempatkan dalam vakum bersuhu tinggi untuk menciptakan suatu proses yang disebut "condensation polymerization". Pita kimia yang panjang akan dihasilkan dari 'condensed polimer' yang kemudian dikeringkan dan dipotong menjadi "chip". Chip ini diekstrusi menjadi filamen dan mereka diputar pada mesin yang disebut "spinneret" sampai serat yang dihasilkan menjadi setipis, se-panjang, dan se-fleksibel benang organik. Saat panas mereka ditarik sampai serat atau fibernya sekitar lima kali lebih panjang dari ukuran aslinya.

Monday, July 5, 2010

Macam Macam Jenis Kain Katun (Cotton) - Tipe Bahan Kaos

tanaman kapas
Ada 5 macam jenis kapas (cotton) yang dibudidayakan secara komersial: Asiatic cotton, Sea Island katun, katun mesir, kapas Upland Amerika dan Amerika Prima kapas. Katun Mesir, kapas Pima dan kapas Upland adalah kapas kapas yg paling banyak terlihat di pasaran saat ini. Katun Mesir, katun Pima dan Sea Island cotton semuanya berasal dari tanaman kapas yang sama, yaitu Barbadens Gossypium.

Sea Island Cotton

Katun Sea Island yg otentik merupakan kasmir kapas. Katun jenis ini juga termasuk katun ELS (extra long staple) sehingga memiliki panjang staple sekitar lebih dari 1 3/8 inch. Katun ini sering difavoritkan orang karena fibernya yang panjang dan halus sehingga dapat dijadikan benang berkualitas yang ditenun menjadi sepotong kain lembut dan elegan yang mahal harganya. Kapas jenis ini juga dapat dicuci dengan mesin, tapi kadang kadang mercerized (sudah dibuat menjadi lebih lembut, kuat dan mengkilau).

Egyptian Cotton atau Katun Mesir

macam jenis serat kapas katun
Fiber kapas ini sedikit berwarna kecoklatan. Berasal dari Mesir (sesuai namanya), katun jenis ini mempunyai serat yang panjang, lebih tipis dan mengkilau sehingga dapat dijadikan benang yang kuat. Katun Mesir juga merupakan jenis ELS cotton. Kondisi yang lembab dan tanah yang subur di sepanjang Nile River Valley Mesir menciptakan kondisi yang ideal untuk menghasilkan cotton fiber yang panjang ini. Katun Mesir mempunyai staple yang berkisaran dari 1½ inch sampai dengan 2 ¼ inches.

Ada banyak jenis katun yang sengaja disebut sebagai katun Mesir tetapi kenyataannya katun Mesir asli hanya dapat diperoleh dari Mesir. Logo katun Mesir sengaja diciptakan pada tahun 2001 sebagai trademark untuk membedakan produk katun Mesir dengan jenis katun lainnya.

jenis bahan katun kaos
Katun Pima

Salah satu jenis katun yang termasuk dalam kategori ELS cotton, katun ini dikenal dengan fibernya yang lembut dan panjang, kualitasnya pun tidak kalah dengan katun Mesir. Karena kelembutannya, kekuatan, daya tahan, dan daya serapnya, kapas ini menjadi salah satu yang terbaik dan terpopuler untuk dijadikan seprai, handuk dan pakaian. Katun Pima merupakan jenis kapas yang ditanam terutama di Australia, Peru dan Amerika Serikat barat daya. Kapas Pima sedikit lebih pendek dari kapas Mesir tetapi keduanya menghasilkan benang berkualitas yang dapat ditenun beberapa kali supaya menjadi sepotong kain yang lembut, padat dan elegan.

jenis kain cotton
Asiatic Cotton

Tipe fiber katun ini mempunyai serat yang lebih keras dan kasar sehingga sering dipakai untuk membuat produk produk seperti selimut, filter, pakaian piknik, bahan padding dan sejenisnya. India, Cina dan di Near east adalah tempat dimana jenis katun ini banyak dihasilkan.

American Upland Cotton

jenis kain kaos
Termasuk salah satu jenis bahan katun yang banyak dipakai, American upland cotton lebih murah dan dengan kualitas yang basic. Fleksibilitas dari bahan ini membuatnya dapat digunakan untuk kemeja mahal dan denim.


Ada banyak lagi jenis bahan katun yang ada seperti Bamboo Cotton, French Terry katun, Canton cotton, Cotton Twill, Honey Comb Cotton dan Oxford Chambray Cotton.

Apa itu Bahan Katun - Berasal Darimana Benang Kapas

asal benang kapas dari bahan katun
Kapas adalah sebuah bahan (serat halus) yg berasal dari sebuah tanaman. Serat halus berwarna seperti krim ini tumbuh di sebuah kapsul yang disebut dengan boll atau buah kapas pada tumbuhan ‘semak’ yang berasal dari daerah tropika dan subtropika. Mereka dapat ditemukan disekitar biji dari tanaman tersebut. Serat kapas menjadi bahan penting dalam industri tekstil karena dapat dipintal jadi benang dan ditenun untuk menjadi kain.

buah kapas
Buah Kapas (Boll)
Serat kapas juga merupakan produk yang amat berharga karena sekitar 10% dari berat kotor (bruto) produk yang hilang dalam pemrosesan. Apabila protein, lemak, malam (lilin), dll residu disingkirkan maka sisanya adalah polimer selulosa murni dan alami. Tekstil yg terbuat dari kapas bersifat menghangatkan. Selulosa ini tersusun sedemikian rupa sehingga bahan ini memiliki daya tahan (durabilitas), kekuatan, dan daya serap yang mengagumkan. Produk tekstil dari serat kapas dikenal sebagai katun (benang maupun kainnya).

serat kapas
Katun itu sendiri sering dikombinasikan dengan bahan lain demi menambah kekuatan maupun kenyamanan sebuah kain. Kelebihan lain serat kapas dari sebuah kain adalah kemampuannya menyerap keringat atau air sehingga serat kapas ini sering mejadi bahan favorit banyak orang.
bahan katun
Faktanya, bahan kapas merupakan bahan kain yang paling laku di dunia sehingga bahan ini sering dibuat dalam berbagai macam produk tekstil seperti kaus, kaos kaki, handuk, T-shirt, pakaian dalam, celana jeans, sweaters dan masih banyak lagi. Kapas juga digunakan dalam saringan kopi, jaring ikan, pembatas buku dan tenda.

Denim, sebuah jenis pakaian ‘durable’ juga terbuat dari kapas sebagian besarnya. Sekarang ini kapas telah diproduksi di berbagai tempat di dunia, termasuk Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Australia. Uang Cina pertama terbuat dari fiber kapas, begitupun juga uang dollar AS modern.