Tuesday, July 13, 2010

Sifat dan Karakteristik Bahan Serat Kain Wol (Wool)

Wol adalah serat tekstil yang diperoleh dari domba dan hewan tertentu lainnya, termasuk kasmir dari kambing, mohair dari kambing, qiviut dari muskoxen, angora dari kelinci, dan jenis-jenis wol dari camelids. Wol memiliki beberapa ciri-ciri khas yang membedakannya dari rambut atau bulu biasa: berkerut, dan elastis. Pada umumnya, serat domba ini berwarna putih krem tetapi beberapa jenis domba tertentu juga menghasilkan warna alami lainnya seperti coklat, silver, hitam, dan juga campuran.

pemotongan bulu domba kambing


Sejak Zaman Batu, serat hewan alami ini telah dihargai sebagai salah satu alat yang paling efektif untuk melindungi manusia dari berbagai cuaca – dan science atau teknologi sampai saat ini belum dapat membuat serat yang bisa menyamakan semua kelebihan yang dimiliki serat wol. Wol dianggap oleh profesi medis sebagai hypoallergenic.

asal serat benang wol dari hewan


Wol berbeda dengan serat lain karena struktur kimianya. Struktur kimia ini mempengaruhi tekstur, elastisitas, dan formasi kerutannya. Wol merupakan serat protein, yang terdiri dari lebih dari 20 asam amino. Asam amino ini membentuk polimer protein. Wol juga mengandung sejumlah kecil lemak, kalsium dan sodium.

proses pembuatan kain serat wol atau wool
Wol atau wool memiliki sifat elastis, mampu meregang sekitar 50% ketika basah dan 30% saat kering. Dapat di bent sekitar 20,000 kali tanpa patah atau rusak. Bahan ini juga tidak mendukung penyebaran api saat terbakar (ini dikarenakan oleh kandungan air dan nitrogennya yg tinggi). Ketika banyak serat buatan melumer dan menempel pada kulit ketika terbakar, wol biasanya akan hanya menyala dan hangus bukannya meledak terbakar menjadi api.

Oleh sebab itu wol sering digunakan untuk membuat kain untuk keperluan tentara, pemadam kebakaran, dan pada pekerjaan dimana mereka terekspos pada resiko yang berhubungan dengan api. Banyak maskapai penerbangan juga menggunakan wol atau campuran wol untuk kain upholstry di kursi mereka.

Wol juga memiliki kemampuan menarik kelembaban ke dalam inti serat sehingga tidak merasa basah bagi pemakainya. Wol sangat penyerap, struktur selular yg kompleks memungkinkan wol untuk menyerap uap air tetapi menolak cairan. Bahan ini dapat menyerap kelembaban hampir sepertiga dari beratnya sendiri. Serat wol yang berkerut, sehingga ketika dikemas erat bersama-sama, mereka membentuk jutaan kantong kecil udara. Struktur ini memungkinkan kain wool untuk menyerap dan melepaskan kelembaban, tanpa mengorbankan efisiensi termalnya.

Wol secara alami aman karena tidak menyebabkan alergi serta tidak mendukung pertumbuhan bakteri. Serat ini juga memiliki tingkat perlindungan UV yg tinggi - jauh lebih tinggi daripada kebanyakan fiber sintetis dan kapas.

fiber serat wol atau wool
ketika dekomposisi, wol melepaskan nutrisi yang berharga ke dalam tanah. Dan dibutuhkan waktu yang tidak lama untuk degradasi, sedangkan sebagian besar buatan sintetis sangat lambat untuk proses tersebut.

Kegatalan yg disebabkan oleh wol dikaitkan dengan diameter seratnya. Serat yg lebih tipis memberi kenyamanan yang lebih baik (seperti Merino wol yg murni). Batas kenyamanan untuk bahan kain yang dikenakan pada kulit adalah 28 mikron. Beberapa orang mengalami ketidaknyamanan jika lebih dari 3-4% dari serat yang dikenakan lebih dari 28 mikron tebalnya. Untuk mengurangi faktor gatal, kadang-kadang wol diperlakukan dengan bahan kimia atau dicampur dengan serat tertentu lainnya.

Monday, July 12, 2010

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Serat Spandex

Spandex, 100% bahan sintetis yang berhasil diciptakan untuk menggantikan karet. Bahan berbasis polimer ini tergolong kuat, dan sangat umum digunakan untuk membuat kain yang bersifat elastis dan biasanya digabungkan dengan polyester atau cotton.

Selain itu, bahan ini juga lebih mudah dicat atau diwarnai. Fiber spandex menolak abrasi dan tahan terhadap efek buruk dari minyak tubuh, keringat, dan deterjen. Mereka juga kompatibel dengan bahan lain, dan dapat ditenun dengan jenis serat lain untuk menghasilkan kain yang unik, yang memiliki karakteristik dari kedua serat. Serat jenis lain yang sering digabung dengan spandex untuk membuat pakaian adalah rayon, katun, atau wol.

Kegunaan Spandex

Spandex digunakan dalam berbagai jenis pakaian. Karena ringan dan tidak membatasi gerakan, spandex sering digunakan dalam pakaian dansa dan olahraga. Ini termasuk pakaian seperti pakaian renang, celana pengendara sepeda, penutup atau pengerat pinggang, kostum ketat, bra, legging dan pakaian untuk latihan lainnya.

Awalnya, spandex digunakan dalam pakaian wanita, seperti korset dan pakaian dalam. Bahan ini digunakan sebagai alternatif untuk karet lateks alami dalam pakaian yg bersifat elastis, dan juga karena spandex lebih bisa tahan terhadap kerusakan akibat minyak dari kulit dan cahaya UV.

Pada tahun 1937, Otto Bayer menemukan kimia polyurethane. Polyurethane adalah polimer organik diciptakan melalui reaksi kimia antara alkohol dan asam. Pada tahun 1959, DuPont Laboratories menyempurnakan serat sintetis berbasis teknologi polyurethane dan menamakannya Lycra. Nama generiknya adalah spandex, yang terinspirasi oleh kata "mengembang (atau expand dalam bahasa inggris)"

Kelemahan

kelebihan dan kekurangan spandex
Pakaian berbahan spandex
Namun dalam berbagai kelebihan spandex miliki, seperti jenis serat lainnya, spandex juga memiliki kekurangannya, diantara lain:

Ketidakmampuan bahan spandex untuk menyerap kelembaban membuat materi ini kurang ideal untuk kegiatan yg sangat menghasilkan keringat seperti berolahraga atau hiking. Selain menjebak bau yang tidak menyenangkan, maupun keringat di dekat kulit anda meningkatkan risiko infeksi ragi. Pada tahun 2011, desainer pakaian olahraga menghindari masalah ini dengan mencampuri bahan yang dapat 'bernafas' lainnya pada pakaian spandex mereka.

Kelicinan serat spandex juga membuat pemakai material ini berbahaya pada permukaan atau peralatan tertentu. Komposisi kimia dari spandex membuat bahan ini sangat sensitif terhadap panas. Mencuci pakaian berbahan spandex dengan air panas, menggunakan mesin pengering atau setrika dapat mengakibatkan kerutan dan kerusakan kain tersebut secara permanen.

Serat Spandex diproduksi dalam empat cara yang berbeda: melt extrusion, reaction spinning, solution dry spinning, dan solution wet spinning. Semua metode ini meliputi langkah awal reaksi monomer untuk menghasilkan prapolimer. Setelah prapolimer terbentuk, akan bereaksi lebih lanjut dalam berbagai cara sehingga fiber atau serat spandex bisa ditarik keluar. Dari 4 cara diatas, solution dry spinning merupakan metode yang paling banyak digunakan (94,5% dari serat spandex di dunia dihasilkan melalui cara ini).

Apa itu Bahan Spandex - Sifat dan Ciri Ciri Kain Spandex

ciri ciri serat spandex
Spandex atau disebut juga dengan ‘elastane’ adalah serat sintetis yang dikenal dengan elastisitas nya yang luar biasa. Spandex juga dinilai kuat, tapi kurang tahan lama dibandingkan dengan pesaing utamanya yg non-sintetis, lateks alami.

Bahan berbasis polimer ini memiliki kemampuan untuk expand hingga 600% dan kembali ke bentuk asalnya tanpa kehilangan integritasnya - meskipun dari waktu ke waktu fiber ini dapat kehilangan integritasnya jika sering ditarik. Tidak seperti banyak kain sintetis lainnya, spandex merupakan poliuretan, dan itu sebabnya kain berbahan ini memiliki kualitas elastis yang khas.

Spandex merupakan kopolimer poliuretan-polyurea yang diciptakan pada tahun 1959 oleh ahli kimia CL Sandquist dan Joseph Shivers di DuPont Benger Laboratory di Waynesboro, Virginia. Ketika pertama kali diperkenalkan, bahan ini merevolusi banyak bidang industri pakaian.

Spandex terdiri dari rantai polimer yg panjang yang disebut polyurethane, yang dihasilkan dengan mereaksikan poliester dengan diisosianat a. Polimer diubah menjadi serat menggunakan teknik "dry spinning technique". Pertama kali diproduksi pada awal 1950-an, spandex awalnya dikembangkan sebagai pengganti karet. Meskipun pasar untuk spandex masih relatif kecil dibandingkan dengan serat lain seperti kapas atau nilon, aplikasi baru dengan menggunakan spandex terus ditemukan.

Spandex menggantikan karet di berbagai aplikasi dalam bidang industri pakaian, memungkinkan orang untuk memakai pakaian yang dapat menyesuaikan bentuk tubuh mereka tanpa mengurangi kesulitan untuk bernafas. Serat ini juga dinilai lebih unggul daripada karet karena fiber spandex lebih kuat, lebih ringan, dan lebih fleksibel. Bahan ini sering digunakan untuk membuat pakaian olahraga seperti celana pendek pengendara sepeda, pakaian renang, bra, pakaian kompresi bedah dan masih banyak lagi.

Bagi sebagian orang, spandex dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit sensitif karena terdapat beberapa bahan kimia yg berbahaya. Jika ini terjadi, stop menggunakannya. Memverifikasi bahwa pakaian tidak juga mengandung karet atau lateks, yang bahkan lebih cenderung mengiritasi kulit, dapat membantu mencegah reaksi negatif pada kain tersebut.

Bagaimana Cara Fiber ini Bekerja

Serat spandex terdiri dari banyak helai/benang polimer. 'Benang-benang' ini terdiri dari dua jenis segmen: segmen panjang dan tidak beraturan, dan kedua segmen pendek dan kaku. Segmen panjang berfungsi untuk memanjang (elastis) dan segmen pendek untuk saling menghubungkan (kekuatan).

Dalam kondisi mereka yang normal, segmen yang tidak beraturan ini memiliki struktur molekul yg acak. Mereka bercampur secara random sehingga membuat serat spandex terasa lembut.

Sedangkan pada segmen yang satunya lagi (segmen kaku), molekulnya terhubung satu sama yg lain dan memberi fiber ini sebuah struktur. Ketika tekanan terjadi (atau ditarik) menyebabkan fiber tersebut 'stretch' dan ikatan antara bagian dalam segmen kaku ini menjadi patah dan menyebabkan segmen satunya lagi (segmen panjang) merenggang dan menjadi lebih panjang.

Ketika ditarik dan ditahan pada panjang yang maksimum, molekul pada segmen kaku kembali menyatu dengan sendirinya dan menjadikan fiber ini lebih kuat. Setelah tarikan dilepas, segmen pertama yang memanjang tadi kembali ke bentuk semula. Dengan menggunakan sifat elastis dari serat spandex , para ilmuwan dapat membuat kain dengan berbagai tingkat elastis yang diinginkan.

Sunday, July 11, 2010

Apa itu Kain Nylon - Ciri Ciri dan Proses Pembuatan Nilon

Nilon adalah kain sintetis yg terbuat dari produk minyak bumi. Bahan yang satu ini sering diperdebat mengenai benar apa tidaknya nilon merupakan fiber sintetis pertama yg dibuat oleh manusia. Jika cotton, sutra, linen dan wol semuanya berasal dari tumbuhan atau hewan, nylon sepenuhnya merupakan kain sintetis.

Nylon dikenal karena kekuatannya, elastisitas, tidak mudah rusak, dan ketahanannya terhadap minyak dan lemak. Nylon menolak abrasi, dan tidak menyusut atau meregang saat dicuci. Kain nilon memiliki tingkat serap yang rendah, maka dari itu bahan ini sering digunakan untuk pakaian renang, olah raga, dan pakaian pengantin. Salah satu kelemahannya adalah bahan ini dapat terdegradasi oleh sinar ultraviolet. Kelebihan lainnya adalah:

  • Tidak mudah terkoyak atau lecet
  • Tahan terhadap air dan panas
  • Tidak mendukung berkembangnya jamur dan kerusakan kimia.

Dikembangkan pada tahun 1930-an dengan tujuan untuk menggantikan bahan sutra yang pada saat itu sangat mahal dan langka. Pada awalnya, bahan ini tidak begitu populer sebelum pada akhirnya menjadi terkenal ketika stoking berbahan nilon diperkenalkan ke publik. Nilon menjadi amat laku sampai pada saat itu tidak tersedia untuk umum karena banyak digunakan untuk WW2 (perang dunia kedua) untuk membuat parasut, seragam militer, bagian dari mesin, ban, pakaian dll.

kegunaan nilon


serat sintetis bahan tekstil - nilon
Seperti banyak bahan sintetis lainnya, nilon diciptakan oleh seorang ahli kimia dari Amerika bernama Wallace Carothers, di perusahaan Dupont Chemical, yang terus memproduksi sampai hari ini. Nylon merupakan fiber kedua yang paling banyak digunakan di Unites States. Ini dikarenakan bahan ini relatif mudah untuk dibuat dan sangat fleksibel – meskipun bahan ini berbasis plastik sintetis. Sayangnya, nylon juga memiliki tingkat peluruhan yang sangat lambat (seperti banyak produk minyak bumi lainnya), yang mengakibatkan akumulasi product yg tak diinginkan di tempat pembuangan sampah.

Proses Pembuatan Nylon

Dolo, mereka membuat nylon dengan menggabungkan bahan kimia yg diperlukan yang mereka ekstrak dari minyak bumi, gas alam, batu bara, udara, air, dan produk pertanian lainnya. Hari ini, banyak produk produk nylon yang anda lihat di pasar dibuat dengan cara dasar yang sama.
Proses pembuatan benang nilon terdiri dari beberapa tahap dasar diantaranya adalah kombinasi kimia (polimerisasi) dan proses manufaktur (open polimerisasi).

Tahap satu dalam produksi benang nilon adalah proses kimia yang disebut polimerisasi. Dalam tahap ini, bahan kimia yg diperlukan untuk membuat nilon digabungkan dan dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi. Proses pemanasan ini dilakukan untuk menghilangkan air dan menginduksi polimerisasi ketika molekul kecil bergabung untuk membentuk molekul besar.

Nilon dibuat melalui proses kimia yang disebut “polimerisasi pembukaan cincin” (ring opening polymerization), di mana molekul yang berbentuk seperti cincin dibuka dan diratakan. Pada reaksi ini, molekul dengan bentuk cincin seperti hidrokarbon yang dtemukan dalam minyak bumi diproses ke berbagai jenis asam dan basa.

benang nilon
Struktur molekul berbentuk cincin ini diratakan lalu dipanjangkan sehingga molekul molekul tersebut bisa terhubung satu dengan yng lainnya dan menjadi rantai molekul yang panjang (pada proses pemanasan diatas 600 degree Fahrenheit).

Setelah melalui berbagai proses diatas, cairan nilon terciptalah sudah dan siap untuk pindah ke proses manufaktur. Cairan dengan high surface tension ini akan mengeras menjadi solid jika mendingin atau terekspos udara. Tahap berikutnya adalah memasukkan cairan nylon ini melalui lobang kecil pada mesin spinnerete dan setelah keluar, yang kita dapatkan adalah sehelai benang nilon yang sebenarnya adalah cairan nilon yang telah mengeras menjadi solid.

Saturday, July 10, 2010

Proses Pembuatan Rayon

Rayon adalah serat semi-sintetik tertua yang pernah dikembangkan. Rayon adalah serat yang terbuat dari bahan selulosa, yang dolo dibuat untuk menyerupai sutra. Bahkan, dulu rayon dikenal sebagai sutra buatan sebelum istilah itu diganti pada awal tahun 1920an. Proses untuk memproduksi rayon dimulai dengan tanaman yang memungkinkan hal ini terjadi, seperti kayu.

Ahli kimia dari Prancis, Hilaire Bernigaud, count de Chardonnet, pertama kali mengembangkan serat buatan tahun 1878 menggunakan selulosa tanaman. Proses pembuatan serat ini kemudian dipatenkan dan diproduksi pada tahun 1884. Pabrik pabrik mulai memproduksi rayon pada abad ke 19 dan Dupont Chemicals membuat bahan ini terkenal di awal 1920an, dan ketika kain banyak digunakan sebagai gorden. Dan pada sekitar masa itulah rayon juga mulai dikombinasikan oleh kain lainnya untuk dijadikan pakaian yang bagus dan murah.

Serat kayu yang digunakan dalam pembuatan rayon biasanya berasal dari salah satu dari tiga favorit spesies utama pohon. Pinus, cemara dan hemlock adalah pilihan yang paling populer, tapi ini bukan satu-satunya yang dapat digunakan. Namun, kemudahan budidaya pohon ini, bersama dengan kelimpahan mereka, membuat mereka menjadi yang paling ekonomis untuk digunakan. Tanaman kapas juga dapat digunakan.

proses kayu pulp ke serat rayon
Kayu dihancurkan (kiri) untuk membuat pulp (kanan)
Setelah material ini dikumpulkan, kayu siap untuk diproses. Kayu pulp dihancurkan dan diperlakukan dengan natrium hidroksida. Setelah ini kemudian dikeringkan selama beberapa hari di dalam kontainer yang suhu dan kelembapannya di atur secara teliti. Produk yang dihasilkan kemudian dicampur dengan cairan karbon disulfida. Proses tersebut menghasilkan cairan yang sangat kental seperti madu.

kayu pulp yang dihancurkan
kayu pulp yang dihancurkan

Proses selanjutnya yaitu menyimpan cairan tersebut untuk beberapa hari. Setelah itu cairan tersebut akan dimasukkan pada mesin khusus yang terdapat banyak lobang kecil (disebut spinneret) sehingga cairan tersebut bisa dituangkan melalui lobang lobang ini dan keluar membentuk seperti sebuah benang yang kemudian mengeras dan membentuk serat rayon setelah terkena cairan acid. Tanpa langkah ini, tidak akan ada yang solid dan, dengan demikian, tidak ada kain.

proses pembuatan fiber serat rayon
Setelah filamen telah terciptakan, sisa proses ini sangat mirip dengan proses pembuatan materi pakaian lainnya. Proses selanjutnya adalah pemintalan menjadi benang - peralatan untuk melakukan ini sama dengan yang digunakan oleh berbagai jenis serat lainnya.

Kain rayon juga sering diberikan perawatan kimia atau lainnya supaya tahan api, menyusut atau tahan air. Kelembutan kain ini juga sangat tergantung pada perawatan mana yg akan dikasih. Perawatan masing-masing membuat kain rayon menjadi unik dari satu dengan yg lainnya.

Rayon merupakan pilihan yg sangat populer di bidang manufaktur pakaian karena keterjangkauan nya dan kenyamanannya. Pakaian, karpet, taplak meja, gorden, kain pelapis, selang, seprei dan bahkan ban terbuat dari rayon. Rayon sangat penyerap, lembut dan tidak meleleh di suhu tinggi. Bahan ini juga tahan ngengat dan tidak mudah terpengaruh oleh bahan kimia rumah tangga.

Apakah Rayon Itu - Sifat dan Ciri Ciri Bahan Kain Rayon

rayon terbuat dari pulp kayu
Rayon adalah kain sintetis pertama yang pernah dibuat manusia. Rayon terbuat dari serat yang berasal dari kayu. Pinus, hemlock, dan cemara adalah tiga spesies pohon yang paling sering digunakan dalam pembuatan rayon.

Rayon dikembangkan di Perancis pada tahun 1884 oleh seorang ilmuwan bernama Hilaire de Chardonnet sebagai bahan pengganti untuk sutra. Pada saat itu, bahan ini disebut sebagai 'sutra buatan' sampai tahun 1924, ketika namanya diubah menjadi rayon untuk menggambarkan sifat-sifat metallik atau kain yg berkilau karena mencerminkan sinar matahari (ray-on atau rays of light). Rayon adalah serat semi-sintetis yang juga dikenal sebagai serat selulosa yg diregenerasi.

Istilah “rayon” saat ini mengartikan semua serat buatan manusia yang berasal dari selulosa.

Selulosa berasal dari dinding sel pada tumbuhan dan juga dapat diperoleh dari katun dan pulp kayu yg dilarutkan.

Rayon memiliki daya serap yang tinggi, lembut di kulit, nyaman dipakai dan mudah untuk diwarnai. Karena serat rayon memiliki daya serap yang tinggi, dye pewarna sangat mudah diserap sehingga warna yang ditampilkan pada kain berbahan rayon juga sangat cerah.

Perlu diingat bahwa rayon sangat mudah terbakar, sehingga bahan ini sering diperlakukan dengan flame retardant. Rayon sangat mnudah terbakar dan api dapat menyebar dengan cepat. Kandungan serat dari berbagai bahan menentukan seberapa besar bahan tersebut dapat terbakar dan seberapa cepat. Rayon cenderung lebih mudah terbakar dari serat tanaman lainnya, seperti linen, katun dan rami.

Pemulihan elastis Rayon adalah yang terendah jika dibandingkan dengan serat manapun. Ini artinya bahan tersebut tidak cepat kembali ke bentuk dan penampilan aslinya.

kegunaan rayon
Rayon memiliki banyak kegunaan secara komersial, industri dan domestik. Salah satu penggunaan yang paling populer adalah untuk pakaian. Pakaian formal, celana panjang, gaun, rok, blus, jaket, pakaian, topi, pakaian olahraga, dasi dan jas semua dapat dibuat dari rayon. Produk kesehatan wanita dan diapers juga banyak yang terbuat dari rayon. Produk medis bedah, ban, bola bowling, film fotografi dan produk industri lainnya juga memanfaatkan serat rayon. Di rumah, kain gorden, furnitur, slipcovers, karpet, seprei, selimut dan tirai juga banyak ditemukan dari bahan rayon.

serat rayon
serat rayon
Rayon dibuat dengan melarutkan selulosa dalam larutan soda kemudian dilewatkan melalui lubang-lubang kecil (ke dalam bak kimia) sehingga serat rayon terciptakan.

Rayon biasa, atau viscose, tidak sekuat rami atau katun alami, dan kelemahan ini dapat diperburuk jika bahan ini terkena sinar matahari dalam jangka waktu yg lama atau basah. Faktor-faktor lain seperti asam, jamur dan setrika dapat merusak rayon. Namun memperkuatkan rayon dengan kimia tertentu dan mengkombinasikannya dengan serat lain dapat meminimalkan kelemahan yg rayon miliki tersebut.

Rayon tidak mudah untuk dibuat, dan proses pembuatannya bisa sangat berbahaya jika sarung tangan dan peralatan keselamatan yang tepat tidak dipakai. Dalam proses pembuatan rayon, natrium hidroksida (yang bersifat korosif) digunakan dan akan menyebabkan luka bakar jika terjadi kontak dengan kulit. Ketika natrium hidroksida dilarutkan dalam air, sejumlah panas yang tinggi dihasilkan. Oleh karena itu, anda perlu untuk bekerja pada percobaan ini di daerah yang sangat berventilasi.

Rayon diproduksi lebih banyak daripada kain sintetis lainnya. Sebagian besar produksi rayon dilakukan di Rusia dan Jepang.

Friday, July 9, 2010

Karakteristik dan Ciri Ciri Kain Serat Sutra - Fakta Mengenai Sutera

fiber serat sutra atau sutera
Sutera atau sutra adalah serat/fiber yg terbuat dari protein yang dihasilkan oleh ulat sutera (jenis Bombyx mori).

Sutera dianggap sebagai serat tekstil yang paling berkualitas diantara semua serat tekstil yg ada.

Sutera juga disebut sebagai ratu tekstil.

Jenis sutra yang paling digemari adalah sutra yang dihasilkan oleh kepompong larva ulat sutra murbei (Bombyx muri).

Kain sutra dikenal akan kehalusannya, kelembutannya, kekuatannya dan kemampuan daya isolasinya.

Tali sutra lebih kuat jika dibandingkan dengan tali kawat baja dengan tebal yang sama.

Kain sutra memiliki keistimewahan lain, yaitu kilauannya yang sebenarnya disebabkan oleh struktur prisma-segitiga di dalamnya sehingga kain sutra dapat memantulkan cahaya dari berbagai sudut.

Sutera adalah serat alami terkuat yang pernah manusia ketahui sampai saat ini (lebih kuat dari serat katun 30 kali lipat!).

Sutera juga sebenarnya dihasilkan oleh berbagai serangga lain, tetapi hanya serat sutera yang diperoleh dari kepompong ulat ngengat yang digunakan pada pembuatan tekstil.

ulat sutra dan kepompong


Untuk kualitas terbaik, ulat sutera murbei hanya boleh dikasih makan daun murbei (mulberry), tetapi jika tidak ada maka alternatif emergency lainnya bisa menggunakan daun letus atau daun selada.

ulat sutra daun murbei


Seekor ulat sutra bisa menghasilkan serat sutra dengan panjang mencapai 15 meter per menit.

30.000 ulat sutra akan makan satu ton daun murbei untuk menghasilkan sekitar 12 pon sutra mentah.

ulat sutera makan daun murbei


Kepompong dengan ukuran biasa dapat memiliki fiber atau serat sutera sepanjang 1 km.

Sehelai benang sutera pernah tercatat memiliki panjang sekitar 4000 meter.

Dibutuhkan sebanyak 10 kg kepompong ulat sutera hanya untuk memperoleh 1 kg sutra.

ulat sutra membuat kepompong kokoon


Kehalusan dan kelembutan dari sutra disebabkan oleh asam amino yang terdapat di dalam serat sutera sehinga membuat kain tersebut terasa lebih nyaman dipakai.

Apakah anda tahu bahwa gaun sutra yang indah yang anda pakai sebenarnya membutuhkan sebanyak 70 kg daun pohon murbei?

Serat sutera memiliki diameter 10 nanometer dan dapat ditarik 30 sampai 40% dari panjang aslinya.

Sutera memiliki kepadatan lebih rendah dari katun, nilon, dan wol. Sutra juga memiliki kemampuan unik untk menyerap kelembaban skitar sepertiga dari beratnya sendiri tanpa merasa basah.

Budaya sutera telah dipraktekkan selama kurang lebih 5000 tahun di Cina.

Ulat sutera (Bombyx mori) sepenuhnya tergantung pada manusia dalam reproduksi dan mereka tidak lagi eksis di alam liar. Asal asli hewan ini dari Cina utara dan saudara terdekat ulat ini adalah Bombyx mandarina yang memiliki kemampuan untuk berhibridisasi.

Pada zaman dolo, cara dan proses pembuatan serat sutera sangat dijaga ketat oleh kerajaan Cina, dan barangsiapa yang memberi tahu rahasia tersebut atau menyelundupkan telur/kepompong ulat sutra ke luar China akan dihukum mati.

Namun, pada sekitar 300 SM rahasia mereka akhirnya bocor ke negara tetangga Jepang dan Korea. Tekstil langka ini juga diekspor ke Eropa melalui Jalur Sutra.

Kepompong/telur sutra juga kemudian berhasil diselundupkan keluar dan pada taun 1300an Italia dan Jerman membangun pabrik sutra yang pekerjanya sebagian besar berasal dari Asia.

Produksi sutera dunia saat ini diperkirakan sekitar 125.000 metrik ton. Dan sekitar 80% dari semua jumlah sutra di dunia ini diproduksi oleh Cina. India memproduksi lebih dari 10%.

Satu hektar pohon murbei bisa menghasilkan sekitar sebelas ton daun, dan memproduksi sekitar 450 pon kepompong, tetapi hanya dapat menghasilkan sekitar 85 pon sutra mentah.

Amerika Serikat merupakan importir sutra terbesar di dunia.

Korea, Thailand, Jepang, Uzbekistan, dan Vietnam juga memiliki produksi yang signifikan. Brasil adalah satu-satunya negara non-Asia yang merupakann produsen besar sutra mentah atau benang sutera.

Produksi tahunan dunia menghasilkan kurang lebih 70 miliar kilometer dari filamen sutra, angka ini mewakilkan jarak lebih dari 300 perjalanan pulang pergi ke matahari.