Cara Kesatu: Metode Dua Tongkat
Tancapkan dua tongkat yang saling berhadapan (tapi tidak menempel) di tanah. Tongkat yang berada di belakang harus lebih tinggi dari yang di depan saat anda berdiri menghadapnya.
Usahakan ujung tongkat tertinggi mengarah pada bintang.
Tunggu beberapa menit, bintang tersebut akan terlihat berpindah tempat (sebenarnya bukan bintangnya yang pindah tetapi bumi kita yang bergerak).
Perhatikan ke arah mana bintang tersebut berpindah tempat. Jika bintangnya bergerak keatas maka anda sedang menghadap ke timur, jika bintang tersebut menuju ke bawah maka anda sedang menghadap ke barat, jika bintangnya pindah ke kanan anda sedang menghadap ke selatan, tetapi jika bintangnya sekarang berada di kiri maka utara lah yang anda hadap.
Cara Kedua: Metode Posisi Bulan Sabit
Jika bulan berada dalam fase sabit, perhatikan dua ujung sabit yang atas dengan yang bawah; bayangkan sebuah garis yang berjalan lurus dari ujung atas ke ujung bawah dan terus sampai ke bawah sehingga mencapai cakrawala. Jika anda berada di belahan bumi utara, arah dimana garis ini menuju ke bawah adalah selatan. Begitupun sebaliknya, jika anda berada di belahan bumi selatan maka arah garis ini menuju ke utara.
Anda juga dapat menggunakan posisi bulan untuk menentukan arah timur -
barat. Jika bulan terbit sebelum matahari terbenam, sisi letaknya bulan
ini adalah barat. Jika bulan muncul setelah tengah malam, sisi letaknya
bulan ini adalah timur.
Cara Ketiga: Metode Jam Tangan
Gunakan jam tangan anda untuk menentukan arah.
Letakkan jam tangan anda di posisi seperti anda menggunakan kompas, tapi pastikan bahwa angka 12 pada jam tangan tersebut menunjuk ke dimana matahari berada. Setelah itu perhatikan jarum pendeknya berada dimana, tepat diantara angka 12 dengan jarum pendek jam tangan tersebut adalah arah utara-selatan.
Jika anda tidak tahu mana yang utara dan mana selatan, anda hanya perlu ingat bahwa tidak peduli di manapun anda berada, matahari selalu terbit di timur dan terbenam di barat. Maka dengan ini anda akan tau sebelah mana yg utara dan mana yg selatan (utk belahan bumi bagian selatan). Untuk belahan bumi bagian utara maka sebaliknya, arahkan jarum pendek jam tangan tersebut ke arah matahari dan garis pemisah antara angka 12 dan jarum pendek pada jam tangan merupakan arah selatan-utara.
Sayangnya, metode ini kurang akurat untuk wilayah katulistiwa.
Peringatan: Metode jam tangan tidak dianjurkan di lintang yang lebih rendah, terutama di bawah 20 ° pada kedua belahan bumi.
Cara Keempat: Metode Bayangan
Tancapkan satu tongkat ke tanah supaya anda bisa melihat bayangan dari objek tersebut. Makin tinggi tongkat tersebut, makin mudah anda bisa melihat pergerakan bayangan tersebut, dan makin tipis ujung tongkatnya maka akan semakin akurat.
Tandain keberadaan ujung bayangan togkat tersebut dengan benda kecil seperti batu kecil, kelereng, atau goresan pada tanahnya. Usahakan tanda tersebut sekecil mungkin supaya lebih akurat.
Tunggu selama sekitar 15 menit, ujung bayangan tersebut akan berpindah dari barat ke timur. Sekali lagi, tandain dimana sekarang ujung bayangan tersebut berada.
Hubungkan tanda pertama dengan yang kedua barusan dengan garis yang lurus, garis tersebut adalah garis timur ke barat. Metode ini berdasarkan pada fakta bahwa matahari bergerak melintasi langit dari Timur ke Barat.
Untuk Mendapat Tingkat Akurasi yang Lebih Tinggi:
Tancapkan tongkat seperti contoh diatas, lakukan hal yang sama. Untuk metode kali ini, usahakan melakukannya di pagi hari, atau setidaknya satu jam sebelum tengah hari. Ukur panjang bayangan tersebut dan cari tali dengan panjang yg sama. Anda bisa menggunakan gunting untuk memotong talinya.
Bayangan tersebut akan menyusut sebelum tengah hari dan akan memanjang lagi setelah tengah hari. Ketika bayangan tersebut mencapai panjang yang sama dengan tali anda, tandai lagi ujung bayangan tersebut dengan objek yang anda inginkan.
Hubungkan tanda pertama dengan yang kedua (anda bisa menggunakan kapur, tali, atau apa saja untuk membuat garis tersebut), dan sekali lagi garis ini merupakan garis barat-ke-timur. Dengan melihat garis tersebut anda bisa mengetahui dimana utara dan selatan.
Peringatan: Metode bayangan tidak dianjurkan di wilayah kutub, dimana garis lintang di atas 60 ° pada kedua belahan bumi.
Saturday, May 16, 2009
Thursday, May 14, 2009
Fakta Tentang Puncak, Bogor
Puncak merupakan salah satu tujuan wisata utama bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Oleh karena itu, bisa dibilang bahwa puncak membawa berkah bagi wilayah di sekitarnya seperti Cipanas, Cibodas, Pacet, Megamendung, Ciawi, Cisarua, Cibogo, Cipayung, Bogor dan Cianjur.
Puncak, merupakan salah satu jalur yang paling terindah pemandangan alamnya, diapit oleh dua gunung, yaitu gunung pangrango dan Gunung Gede.
Puncak sendiri memiliki Puncak Pass, daerah yang berada pada ketinggian lebih dari 1400m di atas permukaan laut.
Yang dimaksud dengan kawasan puncak itu sebenarnya dimulai sekitar 10 km dari kota Bogor (atau Ciawi lebih tepatnya), lalu lanjut ke Cibogo, Cipayung, Cisarua, Puncak Pass, hingga Cipanas. Titik tertinggi sepajang jalur ini adalah Puncak Pass.
Puncak Pass juga sebenarnya adalah titik tertinggi dari Gunung Megamendung. Yg dimaksud Megamendung dsini bukanlah nama daerah di sekitar Cipayung.
Gunung Megamendoeng diperkirakan sebagai titik tertinggi di Jalur Puncak yang menurut sejarawan dari Arsip Nasional, Mona Lohanda, dikenal sebagai Puncak Pass.
Jalan Pos Anyer-Panarukan (de Groote Postweg) merupakan salah satu karya monumental Daendels (salah satu gubernur jenderal Belanda), yang dibangun hanya dalam waktu setahun (1808-1809). Jalan penghubung dari Anyer (Banten) hingga Panarukan (Situbondo) ini memiliki panjang sekitar 1000 km, termasuk di dalamnya rute Batavia-Buitenzorg-Puncak_cianjur-Bandung-Sumedang-Kadipaten-Cirebon dan rute Semarang-Ungaran-Bawen-Salatiga-Boyolali-Surakarta.
Jalan Pos di wilayah kota dan Kabupaten Bogor sendiri membentang dr Cibinong-Ciluar-Kedung Halang-Jambu Dua-Jl. A. Yani-Jl. Sudrman-Jl. Ir. H. Juanda-Pasar Bogor-Jl. Suryakencana-Jl. SiIiwangi-Jlan Raya Tajur sampe ke perempatan Ciawi-Cipayung hingga ke Puncak Pass dekat Restouran Rindu Alam (tugu perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur).
Jalan yang melintasi bagian utara pulau Jawa ini dibangun untuk mempertahankan Jawa dari serangan Britania, untuk kepentingan birokrasi pemerintah kolonial Belanda serta kepentingan politik, militer, dan juga ekonomi.
Jalur transportasi ini penuh dengan pengorbanan masif dari rakyat pribumi karena pembangunan ini dilakukan dengan sistim kerja rodi atau kerja paksa.
Untuk membangun jalur Cisarua-Cianjur via Megamendung, kabarnya sebanyak 400 pekerja Jawa dengan upah hanya 10 ringgit perak per orang dipekerjakan pada jaman Daendels. Jumlah tadi merupakan bagian terbesar dari 1.100 pekerja yang dikerahkan untuk membangun jalan dari Buitenzorg ke Karangsambung (Cirebon).
Penguasa pribumi lokal diwajibkan untuk memobilisasi rakyat, dengan target pembuatan jalan sekian kilometer. Bagi yang gagal, termasuk para pekerjanya, akan dibunuh. Dan kepala mereka akan digantung di pucuk pucuk pepohonan di kiri-kanan ruas jalan.
Dilaporkan banyak sekali pekerja yg tewas akibat medan berat dan karena terserang penyakit pada saat pembuatan jalan ini. Sakin sulitnya membuat jalan ini, sebanyak 500 pekerja lagi ditambahkan dari wilayah Priangan-Cirebon untuk menyelesaikan proyek cisarua-cianjur.
Puncak, merupakan salah satu jalur yang paling terindah pemandangan alamnya, diapit oleh dua gunung, yaitu gunung pangrango dan Gunung Gede.
Puncak sendiri memiliki Puncak Pass, daerah yang berada pada ketinggian lebih dari 1400m di atas permukaan laut.
Yang dimaksud dengan kawasan puncak itu sebenarnya dimulai sekitar 10 km dari kota Bogor (atau Ciawi lebih tepatnya), lalu lanjut ke Cibogo, Cipayung, Cisarua, Puncak Pass, hingga Cipanas. Titik tertinggi sepajang jalur ini adalah Puncak Pass.
![]() |
Puncak pass 20 tahunan yang lalu |
Puncak Pass juga sebenarnya adalah titik tertinggi dari Gunung Megamendung. Yg dimaksud Megamendung dsini bukanlah nama daerah di sekitar Cipayung.
Gunung Megamendoeng diperkirakan sebagai titik tertinggi di Jalur Puncak yang menurut sejarawan dari Arsip Nasional, Mona Lohanda, dikenal sebagai Puncak Pass.
Jalan Pos Anyer-Panarukan (de Groote Postweg) merupakan salah satu karya monumental Daendels (salah satu gubernur jenderal Belanda), yang dibangun hanya dalam waktu setahun (1808-1809). Jalan penghubung dari Anyer (Banten) hingga Panarukan (Situbondo) ini memiliki panjang sekitar 1000 km, termasuk di dalamnya rute Batavia-Buitenzorg-Puncak_cianjur-Bandung-Sumedang-Kadipaten-Cirebon dan rute Semarang-Ungaran-Bawen-Salatiga-Boyolali-Surakarta.
Jalan Pos di wilayah kota dan Kabupaten Bogor sendiri membentang dr Cibinong-Ciluar-Kedung Halang-Jambu Dua-Jl. A. Yani-Jl. Sudrman-Jl. Ir. H. Juanda-Pasar Bogor-Jl. Suryakencana-Jl. SiIiwangi-Jlan Raya Tajur sampe ke perempatan Ciawi-Cipayung hingga ke Puncak Pass dekat Restouran Rindu Alam (tugu perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur).
Jalan yang melintasi bagian utara pulau Jawa ini dibangun untuk mempertahankan Jawa dari serangan Britania, untuk kepentingan birokrasi pemerintah kolonial Belanda serta kepentingan politik, militer, dan juga ekonomi.
Jalur transportasi ini penuh dengan pengorbanan masif dari rakyat pribumi karena pembangunan ini dilakukan dengan sistim kerja rodi atau kerja paksa.
Untuk membangun jalur Cisarua-Cianjur via Megamendung, kabarnya sebanyak 400 pekerja Jawa dengan upah hanya 10 ringgit perak per orang dipekerjakan pada jaman Daendels. Jumlah tadi merupakan bagian terbesar dari 1.100 pekerja yang dikerahkan untuk membangun jalan dari Buitenzorg ke Karangsambung (Cirebon).
Penguasa pribumi lokal diwajibkan untuk memobilisasi rakyat, dengan target pembuatan jalan sekian kilometer. Bagi yang gagal, termasuk para pekerjanya, akan dibunuh. Dan kepala mereka akan digantung di pucuk pucuk pepohonan di kiri-kanan ruas jalan.
Dilaporkan banyak sekali pekerja yg tewas akibat medan berat dan karena terserang penyakit pada saat pembuatan jalan ini. Sakin sulitnya membuat jalan ini, sebanyak 500 pekerja lagi ditambahkan dari wilayah Priangan-Cirebon untuk menyelesaikan proyek cisarua-cianjur.
Wednesday, May 13, 2009
Fakta Tentang Kota Tangerang
Kota Tangerang terletak di Provinsi Banten. Posisinya ada di sebelah barat Jakarta. Kota Tangerang berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan di sebelah selatan, Ibukota Jakarta di sebelah timur, dan dengan Kabupaten Tangerang di sebelah barat dan utara.
Sebagai kota terpenting dan terbesar di Provinsi Banten, kota ini juga sebagai kota ketiga terbesar di kawasan Jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi.
Dahulu merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang, kemudian statusnya ditingkatkan menjadi kota administratif sebelum ditetapkan sebagai kotamadya. Di tahun 2001, sebutan “kotamadya” diganti dengan “kota”.
Bisa dibilang Tangerang adalah pintu gerbang utama Indonesia karena keberadaan Bandara Internasional Soekarno Hatta berada di wilayah Kota Tangerang. Kota ini juga merupakan pusat industri dan manufaktur di pulau Jawa. Memiliki lebih dari 1000 pabrik, banyak diantara pabrik pabrik ini dimiliki oleh perusahaan perusahaan internasional.
Tangerang juga dijuluki dengan kota “benteng”. Hal ini berawal dari sebuah benteng yang didirikan oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dulu dan terletak di sebelah timur Sungai Cisadane. Sekarang bentengnya sudah tidak ada lagi. Benteng yang juga dikenal dengan sebutan Benteng Makasar tersebut (karena para serdadu penjaganya kebanyakan adalah orang Bone, yang dianggap penduduk setempat sama dengan Makasar) didirikan untuk mencegah direbutnya kembali Tangerang dari tangan VOC.
Kadang kita sering mendengar nama “Cina Benteng”, nama tersebut sebenarnya mengacu pada penduduk keturunan Tionghua yang tinggal di daerah Tangerang. Kehadiran warga Tionghua sudah ada sebenarnya jauh sebelum Belanda datang ke Indonesia. Menurut sejarah, sebutan Cina Benteng juga tidak lepas dari kehadiran Benteng yang dibangun pada zaman kolonial Belanda tersebut. Banyak orang Cina Tangerang pada saat itu bertempat tinggal di luar Benteng Makassar, terutama di daerah sebelah utara.
Pasar lama merupakan pusat jajanan rakyat yang banyak disukai oleh warga Kota Tangerang dan cukup terkenal. Di sekitar kawasan pecinan ini, Anda bisa menemui segala jenis makanan yang ramai dikunjungi terutama pada malam hari.
Sungai Cisadane dari dulu sudah menjadi andalan dan sumber penghasilan bagi warga Tangerang. Tak hanya merupakan salah satu sungai besar di Tatar Pasundan, sungai ini juga merupakan salah satu sungai terbesar dan terpanjang di pulau Jawa.
Masjid Raya Al A’zhom adalah masjid kebanggaan warga Tangerang. Memiliki lima kubah raksasa dengan desainnya yang unik merupakan salah satu ciri khas dari masjid ini. Karena kemegahan dan keunikannya itulah masjid ini menjadi salah satu landmark kota Tangerang. Tak hanya itu, mesjid terbesar di Kota Tangerang ini juga memiliki kubah masjid terbesar di dunia. Masjid ini letaknya didepan kantor Wali Kota Tangerang dan Kantor DPRD Kota Tangerang. Kantor Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang berada disamping mesjid tersebut.
Sebagai kota terpenting dan terbesar di Provinsi Banten, kota ini juga sebagai kota ketiga terbesar di kawasan Jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi.
Dahulu merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang, kemudian statusnya ditingkatkan menjadi kota administratif sebelum ditetapkan sebagai kotamadya. Di tahun 2001, sebutan “kotamadya” diganti dengan “kota”.
Bisa dibilang Tangerang adalah pintu gerbang utama Indonesia karena keberadaan Bandara Internasional Soekarno Hatta berada di wilayah Kota Tangerang. Kota ini juga merupakan pusat industri dan manufaktur di pulau Jawa. Memiliki lebih dari 1000 pabrik, banyak diantara pabrik pabrik ini dimiliki oleh perusahaan perusahaan internasional.
Tangerang juga dijuluki dengan kota “benteng”. Hal ini berawal dari sebuah benteng yang didirikan oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dulu dan terletak di sebelah timur Sungai Cisadane. Sekarang bentengnya sudah tidak ada lagi. Benteng yang juga dikenal dengan sebutan Benteng Makasar tersebut (karena para serdadu penjaganya kebanyakan adalah orang Bone, yang dianggap penduduk setempat sama dengan Makasar) didirikan untuk mencegah direbutnya kembali Tangerang dari tangan VOC.
Kadang kita sering mendengar nama “Cina Benteng”, nama tersebut sebenarnya mengacu pada penduduk keturunan Tionghua yang tinggal di daerah Tangerang. Kehadiran warga Tionghua sudah ada sebenarnya jauh sebelum Belanda datang ke Indonesia. Menurut sejarah, sebutan Cina Benteng juga tidak lepas dari kehadiran Benteng yang dibangun pada zaman kolonial Belanda tersebut. Banyak orang Cina Tangerang pada saat itu bertempat tinggal di luar Benteng Makassar, terutama di daerah sebelah utara.
Pasar lama merupakan pusat jajanan rakyat yang banyak disukai oleh warga Kota Tangerang dan cukup terkenal. Di sekitar kawasan pecinan ini, Anda bisa menemui segala jenis makanan yang ramai dikunjungi terutama pada malam hari.
Sungai Cisadane dari dulu sudah menjadi andalan dan sumber penghasilan bagi warga Tangerang. Tak hanya merupakan salah satu sungai besar di Tatar Pasundan, sungai ini juga merupakan salah satu sungai terbesar dan terpanjang di pulau Jawa.
Masjid Raya Al A’zhom adalah masjid kebanggaan warga Tangerang. Memiliki lima kubah raksasa dengan desainnya yang unik merupakan salah satu ciri khas dari masjid ini. Karena kemegahan dan keunikannya itulah masjid ini menjadi salah satu landmark kota Tangerang. Tak hanya itu, mesjid terbesar di Kota Tangerang ini juga memiliki kubah masjid terbesar di dunia. Masjid ini letaknya didepan kantor Wali Kota Tangerang dan Kantor DPRD Kota Tangerang. Kantor Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang berada disamping mesjid tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)